Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi IV DPR RI mendesak langkah luar biasa dari pemerintah untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan.
  • BNPB mendeteksi 1.487 titik panas per 19 Agustus 2026 yang menyebabkan kualitas udara Palangka Raya mencapai kategori berbahaya.
  • Alex Indra Lukman menyarankan penguatan deteksi dini satelit serta pemberdayaan masyarakat untuk mencegah krisis lingkungan berulang.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah luar biasa atau extraordinary dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kekinian melanda wilayah Kalimantan.

Menurutnya, dampak kebakaran telah meluas ke berbagai sektor vital dan mengancam keselamatan masyarakat.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar tragedi lingkungan besar yang pernah menimpa Indonesia di masa lalu tidak terulang kembali, terutama mengingat puncak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026.

"Pada tahun 1997-1998 lalu, Indonesia juga dilanda fenomena El Nino yang kemudian menyebabkan krisis besar, karena memicu kebakaran di lebih dari 9 juta hektare lahan Kalimantan. Peristiwa itu kemudian jadi bencana lingkungan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-20. Ini tidak boleh berulang sekarang ini,” tegas Alex kepada wartawan dikutip Jumat (21/8/2026).

Situasi saat ini dinilai sudah masuk dalam kategori darurat. Data menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya telah mencapai angka 487 pada 19 Agustus 2026, yang masuk dalam kategori berbahaya.

Dampaknya, aktivitas pendidikan terganggu; jam masuk sekolah SD dan SMP ditunda, sementara tingkat PAUD terpaksa dialihkan ke pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap pekat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Agustus 2026, terdeteksi total 1.487 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kalimantan.

Titik terbanyak berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, diikuti Kalimantan Barat (441), Kalimantan Selatan (34), dan Kalimantan Utara (17).

"Penyebaran titik Karhutla ini terjadi hampir di setiap provinsi dengan Kalimantan Tengah jadi episentrum kebakaran dengan konsentrasi tertinggi. Penanganan Karhutla Kalimantan ini mesti segera jadi prioritas nasional,” terang Alex.

baca juga

Alex menekankan bahwa catatan sejarah kebakaran hebat pada tahun 2014, 2015, dan 2019 menunjukkan puncak Karhutla biasanya terjadi pada periode September hingga November.

Hal itu harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi strategi penanganan yang selama ini dijalankan.

“Catatan sejarah ini merupakan warning bagi pemerintah, bahwa metode yang digunakan selama ini perlu dievaluasi total agar dampaknya tak kembali berulang,” tegasnya.

Sebagai solusi, legislator dari Dapil Sumatera Barat 1 ini mendorong penguatan deteksi dini berbasis satelit dan optimalisasi peran aktif masyarakat di lapangan.

"Program Desa Peduli Api dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperluas,” ujar Alex.

Ia menggarisbawahi bahwa mitigasi Karhutla di Kalimantan membutuhkan pendekatan jangka panjang yang tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi serta tata kelola lahan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan

Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api

Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×