- Rombongan lima kendaraan pribadi memaksa membuka pembatas jalan dan menerobos kawasan Car Free Day Sudirman-Thamrin pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta menegur Satpol PP untuk memperketat pengamanan pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mendalami identitas dan pelat nomor kendaraan yang terlibat dalam insiden penerobosan tersebut.
Suara.com - Insiden rombongan kendaraan pribadi yang menerobos kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin pada Minggu (23/8/2026) menuai sorotan publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun ikut buka suara terkait kejadian yang sempat viral di media sosial itu.
"Dari kemarin begitu kejadian dan viral, saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan," ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
Eks Sekretaris Kabinet itu menegaskan bahwa kendaraan pribadi seharusnya tidak melintas di area CFD.
Akses masuk kawasan tersebut sebenarnya telah ditutup. Namun, rombongan mobil membuka paksa barrier yang dijaga petugas.
Petugas Dinas Perhubungan yang berjaga di kawasan pun sempat berupaya menghalau rombongan tersebut.
"Mereka yang membuka barrier, dan padahal barrier itu juga dijaga," kata Pramono
Terdapat lima unit kendaraan yang melintas beriringan, dengan salah satunya menggunakan lampu strobo.
Identitas kendaraan dan pihak yang terlibat masih dalam proses pendalaman, lantaran sejumlah pelat nomor menggunakan kode ZZ yang biasa dipakai di lingkungan pemerintahan.
"Nanti pada saatnya, akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya," kata Pramono.
Ia sekaligus menyampaikan teguran kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar bertindak tegas ke depannya saat melakukan pengamanan di setiap kegiatan.
"Ke depan, yang seperti ini tidak boleh terulang kembali," tandas Pramono.