Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
Aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ke Jakarta untuk mendukung rencana aksi pada 27 Agustus 2026. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Kepala PSAD UII Masduki menyebut pembekuan rekening gerakan kritis mirip taktik rezim otoriter.
  • Tindakan pembekuan rekening dan sensor digital mengganggu aktivitas pendanaan serta membatasi penyampaian aspirasi masyarakat sipil.
  • Intervensi kepolisian terhadap perbankan berpotensi merusak independensi lembaga serta menurunkan kepercayaan publik.

Suara.com - Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai pembekuan rekening yang terhubung dengan gerakan kritis bukan sekadar persoalan administratif perbankan.

Ia menilai tindakan tersebut memiliki kemiripan dengan pola yang digunakan rezim otoriter untuk membatasi ruang gerak masyarakat sipil.

"Ini bagian dari satu yang disebut taktik besar atau strategi besar, strategi umum yang dilakukan oleh rezim otoriter untuk mengendalikan atau setidaknya menghadang laju gerakan masyarakat sipil, khususnya berbasis warga," kata Masduki kepada Suara.com, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, dalam praktiknya terdapat berbagai cara untuk membatasi aktivitas masyarakat sipil, termasuk melalui ruang digital.

Pembekuan akun digital, peretasan, hingga pemutusan akses internet disebutnya sebagai bentuk pembatasan yang dikenal dalam konteks pengendalian terhadap kelompok masyarakat.

"Jadi bentuk-bentuk ini kalau dalam konsep itu dikenal sebagai misalnya pertama digital freezing ya, freeze. Jadi pembekuan segala akun-akun digital," ujarnya.

Masduki menilai pola serupa kini dapat merambah ke sektor ekonomi melalui pembekuan rekening perbankan.

Akibatnya, rekening yang terhubung dengan gerakan kritis dapat kehilangan akses sehingga aktivitas pendanaan masyarakat sipil ikut terganggu.

"Nah, fenomena yang sama di sektor ekonomi juga dilakukan oleh rezim otoriter. Dalam hal ini yang disebut dengan digital banking freezing atau digital censorship istilahnya," imbuhnya.

baca juga

Ia menjelaskan pembekuan rekening dapat dilakukan dalam jangka waktu sementara maupun permanen.

Selain itu, tindakan terhadap akun keuangan juga dapat berbentuk peretasan yang menyebabkan pemilik kehilangan akses terhadap sumber daya mereka.

Masduki menilai persoalan tersebut menjadi serius apabila rekening yang dibekukan tidak berkaitan dengan aktivitas yang membahayakan negara, melainkan digunakan untuk mendukung penyampaian aspirasi dan kritik publik.

"Kalau misalnya itu rekening teroris, ya wajar karena ada aspek yang membahayakan negara. Tapi ini kan mereka melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi, sikap kritis," tegasnya.

Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Ju8matv (21/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Rekening bank milik aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dibekukan jelang aksi demo 27 Agustus  di depan Gedung DPR RI, Jakarta. [Suara.com/Bagaskara]

Soroti Intervensi Aparat

Masduki juga mempertanyakan keterlibatan aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang meminta lembaga ekonomi atau perbankan melakukan tindakan terhadap rekening tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?

Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Rekening Botok Masih Terblokir, Dana Donasi Rp80 Juta Tak Bisa Cair Jelang Aksi 27 Agustus

Rekening Botok Masih Terblokir, Dana Donasi Rp80 Juta Tak Bisa Cair Jelang Aksi 27 Agustus

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Bukan Blokir! Transaksi Rekening AMPB Ditunda 5 Hari, Polisi Bakal Periksa Botok

Bukan Blokir! Transaksi Rekening AMPB Ditunda 5 Hari, Polisi Bakal Periksa Botok

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Terkini

Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil

Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden

Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden

Riau | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?

Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:21 WIB

Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki

Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki

Kaltim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:17 WIB

81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026

81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan

Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan

Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan

Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan

Riau | Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:56 WIB

10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya

10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:35 WIB

×