Budi Arie Ungkap Insting Politik: Ada Percepatan Sebelum 2029

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Budi Arie Ungkap Insting Politik: Ada Percepatan Sebelum 2029
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memprediksi dinamika politik nasional akan terjadi lebih cepat daripada jadwal Pemilu 2029.
  • Budi Arie menilai berbagai unjuk rasa masyarakat saat ini menyerupai kondisi abnormal menjelang peristiwa Reformasi 1998.
  • Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menyatakan bahwa video pernyataan tersebut telah dipotong dari konteks acara silaturahmi bersama Jokowi.

Suara.com - Sebuah potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tengah menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, Budi Arie terlihat berbicara di hadapan para pendukungnya dalam sebuah forum pertemuan.

Budi Arie duduk berdampingan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pandangannya mengenai dinamika politik nasional. Ia menyinggung kemungkinan terjadinya perubahan politik yang berlangsung lebih cepat dari jadwal yang selama ini direncanakan.

Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting politiknya tersebut secara langsung kepada Jokowi.

"Berbagai pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut. Termasuk pandangan plus-minus dan sebagainya. Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'" ujar Budi Arie dalam video tersebut.

Ia kemudian mempertanyakan kesiapan para peserta apabila terjadi percepatan politik. Menurutnya, selama ini pembicaraan politik masih berpusat pada agenda Pemilu 2029.

"Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong pemilu 2029, pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" kata Budi.

Pertanyaan tersebut langsung disambut teriakan "Siap!" dari para peserta yang hadir.

Singgung Kondisi Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie juga menyoroti kondisi sosial masyarakat yang menurutnya menunjukkan situasi tidak normal. Ia membandingkan sejumlah dinamika yang terjadi saat ini dengan kondisi menjelang Reformasi 1998.

baca juga

"Gitu lho maksud saya. Jadi maksud saya gini lho, saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan. Ah, ini sudah kayak Pam Swakarsa di '98 ini. Pasti kalah yang preman," tuturnya.

Menurut Budi, berbagai fenomena tersebut menjadi variabel yang perlu diperhitungkan dalam membaca arah politik nasional. Ia menilai kondisi saat ini tidak bisa hanya dilihat melalui skenario politik yang berjalan secara konvensional.

"Cuman maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional. Langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya," katanya.

Ia kemudian menyebut situasi tersebut sebagai sebuah "patahan sejarah".

Bandingkan dengan Peristiwa 1998
Budi Arie mencontohkan perubahan politik yang terjadi menjelang Reformasi 1998. Ia menyinggung Pemilu 1997 yang kemudian disusul Pemilu 1999.

"Bagaimana tahun '97 tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan nggak ada. Sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ujar Budi.

Ia mengaku menggunakan pengalamannya sebagai aktivis untuk membaca kemungkinan terjadinya perubahan politik yang lebih cepat.

"Saya, insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan," katanya.

Karena itu, Budi mengajak para pendukungnya untuk tidak hanya memikirkan skenario politik menuju 2029, tetapi juga menyiapkan alternatif apabila terjadi perubahan situasi politik.

"Karena itu saya coba mau membuka wacana saja ke teman-teman supaya berpikir jangan hanya sekadar berpikir 2029. Harus ada pikiran lain, alternatif, agar nanti manakala terjadi percepatan sejarah. terima kasih," pungkasnya.

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, di samping Jokowi. (tangkap layar)
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, di samping Jokowi. (tangkap layar)

Projo Sebut Video Hanya Potongan

Sementara itu, saat dikonfirmasi Suara.com mengenai video tersebut, Budi Arie tidak memberikan penjelasan secara langsung. Ia hanya mengirimkan video klarifikasi yang disampaikan Sekjen Projo Freddy Alex Damanik.

Freddy mengatakan video yang beredar merupakan potongan sehingga tidak menggambarkan konteks pembicaraan secara utuh.

Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam rangka bulan Kemerdekaan.

Dengan demikian, Projo meminta pernyataan Budi Arie dilihat berdasarkan konteks pembicaraan secara keseluruhan, bukan hanya dari potongan video yang beredar di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×