Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:56 WIB
Target Net Zero Meningkat, Seberapa Siap Kemampuan Merealisasikannya?
Perusahaan yang menghasilkan emisi karbon (dok.Pexels/ Janusz Walczak)

Suara.com - Semakin banyak negara, pemerintah daerah, kota, dan perusahaan menetapkan target net zero. Namun, bertambahnya jumlah komitmen tersebut belum sepenuhnya diikuti kemampuan organisasi untuk menerjemahkannya menjadi rencana dan tindakan yang terukur.

Mengutip Sustainability Magazine (19/8), hingga akhir 2025 terdapat 1.935 entitas di seluruh dunia yang telah mengumumkan target net zero. Jumlah tersebut mencakup 137 pemerintah nasional, ribuan kota, serta hampir dua pertiga perusahaan yang masuk dalam daftar Global Forbes 2000.

Masalahnya, hanya sebagian kecil dari organisasi tersebut yang dinilai telah memiliki kapasitas dasar untuk menjalankan target tersebut.

Kurang dari 7% perusahaan, 6,5% pemerintah daerah, dan 4% kota memenuhi standar dasar perencanaan net zero. Standar tersebut mencakup target yang jelas, tahapan pencapaian, serta mekanisme pemantauan yang transparan.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen net zero dan kapasitas untuk mewujudkannya.

Persoalannya bukan semata-mata kekurangan informasi mengenai perubahan iklim. Justru, data mengenai perubahan iklim semakin tersedia dan menunjukkan situasi yang kian mendesak.

Pada 2024, misalnya, World Meteorological Organization (WMO) memverifikasi bahwa suhu rata-rata global mencapai sekitar 1,55 derajat Celsius di atas tingkat praindustri. Tahun tersebut juga ditandai oleh gelombang panas ekstrem di Eropa dan Asia Timur, kekeringan berkepanjangan di kawasan Mediterania dan Afrika bagian selatan, serta banjir di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Tantangannya adalah bagaimana informasi tersebut diterjemahkan menjadi keputusan.

Keputusan mengenai penggunaan lahan, pembangunan infrastruktur, investasi, hingga pengelolaan rantai pasok membutuhkan tenaga profesional yang mampu memahami hubungan antara aktivitas organisasi dan perubahan iklim.

baca juga

Karena itu, perusahaan seharusnya tidak lagi melihat net zero semata sebagai target atau angka pengurangan emisi. Yang tidak kalah penting adalah memastikan tersedia orang dengan kemampuan untuk mengubah target tersebut menjadi strategi dan tindakan nyata.

Net zero membutuhkan keterampilan, bukan hanya target

Kebutuhan tersebut membuat pendidikan dan pelatihan mengenai net zero menjadi semakin penting.

Pendidikan net zero bukan sekadar memberikan pengetahuan mengenai perubahan iklim. Lebih dari itu, pendidikan tersebut perlu membekali profesional dengan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi yang dipengaruhi oleh risiko iklim.

Seorang profesional, misalnya, perlu mampu menilai apakah klaim net zero sebuah perusahaan benar-benar menunjukkan komitmen terhadap pengurangan emisi atau hanya menjadi bagian dari strategi komunikasi.

Mereka juga perlu memahami bagaimana risiko iklim dapat memengaruhi pembangunan infrastruktur, bagaimana emisi dihasilkan sepanjang rantai pasok, serta bagaimana strategi pengurangan emisi dapat diintegrasikan ke dalam keputusan bisnis.

Kemampuan ini semakin penting karena istilah net zero tidak selalu diterapkan dengan standar yang sama. Setiap organisasi dapat memiliki pendekatan berbeda dalam menghitung sumber emisi, menentukan laju pengurangan emisi, maupun menggunakan kredit karbon.

Perbedaan tersebut dapat menjadi persoalan ketika target net zero hanya digunakan sebagai klaim tanpa strategi pengurangan emisi yang kredibel. Di sinilah risiko greenwashing muncul.

Sebuah studi yang terbit pada 2026 di npj Climate Action, misalnya, mengevaluasi lebih dari 4.000 perusahaan. Studi tersebut menemukan sekitar 96% perusahaan yang memiliki komitmen untuk mengurangi jejak karbon menunjukkan setidaknya satu indikator risiko greenwashing.

Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain tidak adanya target jangka menengah yang jelas, pengabaian emisi dari rantai pasok, serta ketergantungan yang berlebihan terhadap kredit karbon.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa memiliki target net zero tidak otomatis berarti sebuah organisasi memiliki strategi transisi yang kredibel.

Dari literasi iklim ke pengambilan keputusan

Karena itu, pendidikan net zero perlu diarahkan pada keterampilan yang dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Beberapa di antaranya mencakup literasi iklim, kemampuan berpikir sistematis, manajemen risiko, pengambilan keputusan, serta tata kelola. Keterampilan tersebut memungkinkan tenaga profesional menghubungkan persoalan iklim dengan kebijakan dan kebutuhan operasional organisasi.

Pendekatan semacam ini telah diterapkan, salah satunya, melalui program keberlanjutan dan pelatihan profesional yang dikembangkan MLA College.

Salah satu programnya adalah SG 13: Climate Action ByteSize, yang dioperasikan bersama UNITAR dan dilengkapi akreditasi Continuing Professional Development (CPD).

Program tersebut tidak hanya membahas perubahan iklim sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga melihat keterkaitannya dengan persoalan sosial dan ekonomi. Peserta diajak memahami hubungan antara perubahan iklim, kebijakan, infrastruktur, serta pasar tenaga kerja.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mencapai net zero membutuhkan perubahan cara organisasi melihat isu iklim. Perubahan iklim bukan lagi persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab tim keberlanjutan, tetapi perlu dipahami oleh orang-orang yang mengambil keputusan mengenai investasi, operasional, sumber daya manusia, infrastruktur, dan rantai pasok.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 30 Perusahaan Diproses Terkait Kebakaran Hutan, Dipaksa Bayar Ganti Rugi Rp15 Triliun

Sebanyak 30 Perusahaan Diproses Terkait Kebakaran Hutan, Dipaksa Bayar Ganti Rugi Rp15 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:34 WIB

Singapura Siap-siap Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan - Sumatera, Pemerintahnya Lakukan Ini

Singapura Siap-siap Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan - Sumatera, Pemerintahnya Lakukan Ini

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:17 WIB

5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan

5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Tentara AL Tembak Mati Teman Sendiri di Kapal Induk USS John F. Kennedy

Tentara AL Tembak Mati Teman Sendiri di Kapal Induk USS John F. Kennedy

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Apa Kabar Richard Jersey? Pencipta Lagu Oke Gas Prabowo Gibran, Begini Kabarnya Sekarang

Apa Kabar Richard Jersey? Pencipta Lagu Oke Gas Prabowo Gibran, Begini Kabarnya Sekarang

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Ulasan Our Lake: Ketika Kenangan Ayah Menjadi Keberanian untuk Melangkah

Ulasan Our Lake: Ketika Kenangan Ayah Menjadi Keberanian untuk Melangkah

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:45 WIB

5 Shio Paling Pandai Mengatur Keuangan dan Cerdas Berinvestasi

5 Shio Paling Pandai Mengatur Keuangan dan Cerdas Berinvestasi

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Tragedi di Tawangmangu: KIA Picanto Lepas Kendali dan Terjun ke Perkebunan, Satu Penumpang Tewas

Tragedi di Tawangmangu: KIA Picanto Lepas Kendali dan Terjun ke Perkebunan, Satu Penumpang Tewas

Jawa Tengah | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Akademisi di Medan Ditetapkan Tersangka Kasus Penelantaran Anak

Akademisi di Medan Ditetapkan Tersangka Kasus Penelantaran Anak

Sumut | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Krisis Striker Barcelona, Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9

Krisis Striker Barcelona, Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Projo Klarifikasi Video Viral Budi Arie soal Percepatan Sebelum 2029

Projo Klarifikasi Video Viral Budi Arie soal Percepatan Sebelum 2029

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Review Reacher Season 4: Drama Thriller Spionase Perkotaan yang Megah!

Review Reacher Season 4: Drama Thriller Spionase Perkotaan yang Megah!

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:28 WIB

×