Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba
Blokade Israel memicu krisis sanitasi parah hingga memaksa warga Gaza menggunakan toilet rakitan purba. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Blokade Israel memicu krisis sanitasi parah dan melambungkan harga kloset bekas di Gaza.

  • Pengungsi terpaksa merakit toilet sendiri dari kursi plastik karena keterbatasan alat sanitasi.

  • Penumpukan limbah kotoran di sekitar tenda pengungsian memicu peningkatkan kasus penyakit kulit dan pencernaan.

Suara.com - Krisis sanitasi ekstrem kini mencengkeram pengungsi Palestina di Gaza akibat blokade total pasokan barang. Warga terpaksa merakit toilet darurat sendiri dari kursi plastik bekas berlubang demi mempertahankan 'harga diri' di tengah gempuran perang.

Kelangkaan barang membuat harga kloset bekas meroket drastis mencapai 1.500 hingga 2.000 shekel atau sekitar 503 hingga 671 dolar AS. Minimnya fasilitas buang air bersih ini memaksa puluhan jiwa berbagi satu toilet darurat tanpa privasi.

Ketimpangan parah antara pasokan dan kebutuhan warga menciptakan kondisi lingkungan yang sangat membahayakan kesehatan publik. Sumur resapan manual buatan warga kerap meluap dan mencemari pemukiman tenda yang serba terbatas.

Blokade Israel memicu krisis sanitasi parah hingga memaksa warga Gaza menggunakan toilet rakitan purba. (Al Jazeera)
Blokade Israel memicu krisis sanitasi parah hingga memaksa warga Gaza menggunakan toilet rakitan purba. (Al Jazeera)

Eman Mahmoud Shamia, seorang ibu berusia 33 tahun yang kini tinggal di tenda pengungsian, mengungkapkan keputusasaannya menghadapi fasilitas jamban darurat tersebut.

“Saya dicabut dari hak paling dasar saya untuk memiliki dudukan toilet yang layak di tenda saya. Ini sangat melelahkan bagi saya sebagai seorang wanita dan ibu dari lima anak, sementara suami saya sakit dan tidak mampu menggunakan toilet rakitan ini. Apa yang terjadi pada kami adalah sebuah kegilaan,” ujar Shamia kepada Al Jazeera.

Shamia menambahkan betapa ia sulit menerima kenyataan hidup yang harus dijalaninya saat ini.

“Saya tidak percaya ini adalah situasi kami. Terkadang saya merasa seperti menjadi gila. Bagaimana mungkin toilet bisa menjadi seperti ini dan bagaimana pintu hanya berupa selembar kain?” kata Shamia.

Gencatan akses pasokan material bangunan dan alat sanitasi dari luar menjadi pemicu utama meroketnya harga jamban bekas. Hambatan perdagangan membuat toilet bekas berubah menjadi komoditas langka yang dimonopoli pihak tertentu.

Mohammad Al-Hanouti, warga berusia 30 tahun dari kamp pengungsi Al-Bureij, menyuarakan kesulitan finansialnya untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

baca juga

“Saya akan hidup tanpa ubin, tanpa dapur, dan tanpa toilet yang layak… Saya telah menabung untuk membeli dudukan toilet karena itu adalah hal yang paling penting di apartemen. Jujur saja, saya dalam masalah – mendapatkan kebutuhan paling dasar akan menghabiskan biaya sekitar $2.000,” kata Al-Hanouti kepada Al Jazeera.

Al-Hanouti menilai situasi sulit ini tidak hanya dialami oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh mayoritas warga Gaza.

“Krisis dudukan toilet ini perlu segera ditangani. Saya bukan satu-satunya yang menderita akibat hal ini; saya memiliki teman-teman di tenda yang juga sedang berjuang,” tuturnya.

Ia mendesak lembaga internasional agar segera mendistribusikan alat sanitasi secara cuma-cuma demi menjamin hak hidup warga. Akses sanitasi yang higienis merupakan hak paling mendasar bagi setiap manusia tanpa terkecuali.

Pakar ekonomi Omar Salouha menjelaskan bahwa krisis jamban ini tercipta akibat guncangan pasokan mendadak yang dipicu pembatasan impor material pembuangan. Kerusakan lebih dari 90 persen pemukiman Gaza semakin melonjakkan permintaan alat sanitasi secara mendadak.

“Ketidakseimbangan yang sangat besar antara penawaran dan permintaan telah menyebabkan harga toilet bekas naik beberapa kali lipat dan menciptakan pasar yang mengalami kelangkaan serta distorsi,” kata Salouha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel: Bali Tak Lagi Ramah!

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel: Bali Tak Lagi Ramah!

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Begini Cara Warga Israel Masuk Indonesia hingga Bisa Pelesir ke Bali hingga Toraja

Begini Cara Warga Israel Masuk Indonesia hingga Bisa Pelesir ke Bali hingga Toraja

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Kaltim | Senin, 02 November 2026 | 07:53 WIB

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

News | Senin, 02 November 2026 | 07:52 WIB

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:50 WIB

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

×