Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?
Ilustrasi laut biru dengan burung camar terbang (Freepik/freepik)
baca 10 detik
  • Suhu permukaan laut global mencetak rekor terpanas baru mencapai 21,1 derajat Celsius.

  • Anomali panas terjadi pada Agustus akibat penggabungan fenomena El Nino dan krisis iklim.

  • Lonjakan suhu lautan mengancam ekosistem laut, ketahanan pangan, serta memicu cuaca ekstrem global.

Suara.com - Suhu permukaan laut dunia resmi menembus angka tertinggi sepanjang sejarah pada pertengahan Agustus 2026. Lonjakan panas yang tidak biasa ini dipicu oleh akumulasi emisi bahan bakar fosil yang diperparah oleh fenomena El Nino.

Lembaga pemantau iklim Uni Eropa Copernicus mencatat suhu air laut dunia menyentuh 21,1 derajat Celsius. Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 21,09 derajat Celsius yang tercatat pada Maret 2024.

Penetapan rekor pada bulan Agustus menjadi fenomena anomali yang sangat mengkhawatirkan para ilmuwan. Puncak suhu lautan biasanya terjadi pada Maret atau April saat akhir musim panas di Belahan Bumi Selatan.

El Niño menjadi yang terparah sepanjang sejarah, PBB desak negara untuk segera kurangi ketergantungan bahan bakar fosil (dok.Pexels/ Mico Medel)
El Niño menjadi yang terparah sepanjang sejarah, PBB desak negara untuk segera kurangi ketergantungan bahan bakar fosil (dok.Pexels/ Mico Medel)

Kombinasi antara El Nino dan lonjakan suhu historis ini menempatkan ekosistem perairan dalam kondisi darurat. Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa kapasitas penyerapan panas bumi semakin mendekati titik jenuh.

Para ahli memprediksi tren kenaikan suhu ini belum akan mereda dalam beberapa bulan ke depan. Suhu lautan diperkirakan terus meningkat hingga puncak El Nino terjadi pada kurun November hingga Januari.

Bagaimana El Nino Memperparah Krisis Panas Lautan?

"Rekor ini merupakan sinyal jelas lainnya dari samudra yang mengalami tekanan yang kian meningkat," kata Samantha Burgess, pimpinan strategis iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF).

"El Nino menambahkan panas ke dalam sistem, tetapi hal itu terjadi di atas pemanasan global akibat aktivitas manusia selama berdekade-dekade."

Organisasi Meteorologi Dunia menampik kemungkinan bahwa pemanasan ini hanyalah fluktuasi cuaca biasa. Sistem proyeksi Copernicus menunjukkan bahwa kekuatan El Nino kali ini berpotensi mencapai level terkuat dalam beberapa dekade terakhir.

baca juga

Tekanan emisi bahan bakar fosil secara independen telah menaikkan suhu samudra sebesar 0,8 derajat Celsius sebelum El Nino tiba. Ketika fenomena alam ini aktif, efek pemanasan ganda langsung menghantam wilayah perairan dunia secara brutal.

Dampak dari fenomena ini tidak hanya terbatas pada perubahan suhu air semata. Pemuaian termal air laut mempercepat kenaikan permukaan air laut serta mempertinggi frekuensi gelombang panas samudera.

Kerusakan ekosistem terumbu karang dan padang lamun kini berada pada ambang batas bahaya. Kerusakan pada habitat kritis ini berpotensi menghancurkan rantai makanan laut serta mengancam industri perikanan global.

Apa Bahaya Utama Dari Meningkatnya Suhu Samudra?

Lautan yang makin panas juga kehilangan kemampuannya dalam menyerap gas karbon dioksida secara optimal. Kondisi tersebut merusak salah satu benteng pertahanan alami utama bumi dalam meredam laju perubahan iklim.

Kehadiran suhu tinggi di permukaan samudra menyalurkan uap air dan energi panas berlebih ke atmosfer. Pasokan energi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana cuaca ekstrem yang jauh lebih menghancurkan di berbagai belahan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Indonesia 2026: Mengapa Luas Kebakaran Melonjak pada Juli Hingga Agustus?

Karhutla Indonesia 2026: Mengapa Luas Kebakaran Melonjak pada Juli Hingga Agustus?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:15 WIB

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×