Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

Muhamad Yasir

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare
Ilustrasi-Petugas menyaksikan sebuah drone yang menebarkan benih padi saat tanam perdana di lokasi cetak sawah rakyat (CSR). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]
baca 10 detik
  • RUPMAWI menolak Program Strategis Nasional pencetakan sawah di Jayawijaya.
  • Program seluas 2.000 hektare tersebut dituding mengancam hak ulayat, merusak lingkungan, dan menghilangkan sumber pangan lokal.
  • RUPMAWI mendesak pemerintah daerah menghentikan pembukaan lahan sebelum menyelesaikan konflik horizontal serta masalah hak adat.

Suara.com - Rumpun Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya (RUPMAWI) di Manado, Sulawesi Utara, menolak Program Strategis Nasional (PSN) pencetakan sawah skala besar di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Mereka menilai program tersebut berpotensi mengancam hak masyarakat adat dan memicu konflik horizontal.

Penolakan itu disampaikan RUPMAWI lewat pernytaan sikap yang diterima Suara.com, Senin (31/8/2026). Mereka menyoroti program pencetakan sawah yang disebut mencakup lahan sekitar 2.000 hektare di atas tanah masyarakat adat di sejumlah wilayah Kabupaten Jayawijaya.

RUPMAWI mendesak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menghentikan pembukaan lahan tersebut hingga persoalan hak ulayat dan hak waris masyarakat adat diselesaikan.

"Kami menuntut kepada pemerintah provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya serta semua institusi perusahaan program strategis nasional yang membuka lahan sawah secara sepihak di seluruh Kabupaten Jayawijaya agar segera dihentikan, sebelum menyelesaikan permasalahan dengan pemilik hak ulayat tanah adat," demikian pernyataan RUPMAWI.

Menurut mereka, pelaksanaan PSN di sejumlah lokasi telah memunculkan polemik di tengah masyarakat. Mereka khawatir kondisi tersebut berkembang menjadi konflik horizontal antara kelompok yang mendukung dan menolak program pencetakan sawah.

RUPMAWI menilai program tersebut belum sepenuhnya melalui proses mufakat dengan seluruh pemegang hak ulayat dan hak waris.

"Akhir-akhir ini di setiap tempat dimana ada perusahaan pencetakan sawah terus terjadi isu polemik sebagai bentuk konflik horizontal antara pro dan kontra di antara masyarakat adat, karena masuknya Program Strategis Nasional (PSN) di setiap tempat atau wilayah tidak seutuhnya melalui mufakat oleh hak ulayat/hak waris/masyarakat pribumi," tulis mereka.

Selain persoalan hak atas tanah, RUPMAWI juga mengkhawatirkan dampak pencetakan sawah skala besar terhadap pangan lokal dan lingkungan masyarakat Jayawijaya.

Mereka menilai pembukaan lahan dalam skala besar dapat mengancam keberadaan pangan lokal, ekologi, serta ekosistem yang selama ini menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat adat.

"Kehadiran PSN merampas tanah masyarakat adat, akan berdampak dengan target menghilangkan pangan lokal, menghancurkan ekologi dan ecosystem sebagai tempat matapencaharian demi ketahanan hidup masyarakat adat tetapi juga berdampak secara massif konflik horizontal di kalangan masyarakat adat di Kabupaten Jayawijaya," kata RUPMAWI.

Mereka juga meminta pemerintah tidak menjadikan pembangunan sebagai alasan untuk mengabaikan hak masyarakat adat.

"Pencetakan sawah berskala besar bukan solusi mensejahterakan masyarakat adat, melainkan bentuk perampasan hak hidup di atas tanah adat secara terstruktur oleh pemerintah dan merusak tatanan sosial yang sudah terjaga dari nenek moyang turun-temurun hingga saat ini," tegasnya.
Delapan Tuntutan

Rumpun Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya (RUPMAWI) di Manado, Sulawesi Utara, menolak PSN pencetakan sawah.
Rumpun Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya (RUPMAWI) di Manado, Sulawesi Utara, menolak PSN pencetakan sawah.

8 Poin Tuntutan

Pertama, mereka meminta pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh perusahaan yang terlibat dalam PSN pencetakan sawah menghentikan pembukaan lahan sampai persoalan dengan pemilik hak ulayat diselesaikan.

Kedua, pemerintah diminta mengutamakan musyawarah dengan seluruh ahli waris dan pemegang hak ulayat dalam setiap program yang berkaitan dengan masyarakat adat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:41 WIB

UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru

Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Lawan Kekuasaan, Menteri Kabinet Bayangan Serukan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian!

Lawan Kekuasaan, Menteri Kabinet Bayangan Serukan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian!

Video | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Pemasangan Spanduk Dilarang di Gedung Agung, Mahasiswa dan Polisi Berdebat

Pemasangan Spanduk Dilarang di Gedung Agung, Mahasiswa dan Polisi Berdebat

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:22 WIB

250 Polisi Kawal Demo Forum BEM DIY, Massa Diperkirakan 100 Orang

250 Polisi Kawal Demo Forum BEM DIY, Massa Diperkirakan 100 Orang

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Forum BEM DIY Demo di Jogja, Bawa 10 Tuntutan ke Pemerintah

Forum BEM DIY Demo di Jogja, Bawa 10 Tuntutan ke Pemerintah

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Kenapa Notifikasi HP Sering Bikin Gelisah? Ini Sisi Gelap FOMO yang Jarang Diungkap

Kenapa Notifikasi HP Sering Bikin Gelisah? Ini Sisi Gelap FOMO yang Jarang Diungkap

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Polemik Desil Memanas, Pemerintah Siapkan Tim Khusus Agar Tak Ada Lagi Salah Data

Polemik Desil Memanas, Pemerintah Siapkan Tim Khusus Agar Tak Ada Lagi Salah Data

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Dua Kali Sebulan Terbakar! 2 Hektare Hutan Gunung Batur Kintamani Ludes

Dua Kali Sebulan Terbakar! 2 Hektare Hutan Gunung Batur Kintamani Ludes

Bali | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:02 WIB

KPK Periksa Tiga Pejabat Bappenda Bogor, Dugaan Korupsi Pemotongan Upah Pungut Diselidiki

KPK Periksa Tiga Pejabat Bappenda Bogor, Dugaan Korupsi Pemotongan Upah Pungut Diselidiki

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Update Nasib Mees Hilgers usai Ditolak Suporter FC Twente, Eks Klub Thom Haye Siap Menampung

Update Nasib Mees Hilgers usai Ditolak Suporter FC Twente, Eks Klub Thom Haye Siap Menampung

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Cara Memilih Serum Penumbuh Rambut yang Sesuai Jenis Kulit Kepala, Ketahui sebelum Beli

Cara Memilih Serum Penumbuh Rambut yang Sesuai Jenis Kulit Kepala, Ketahui sebelum Beli

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan

Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:54 WIB

×