- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah mengantongi daftar 40 perusahaan baja pengemplang pajak.
- Pemeriksaan satu perusahaan baja asal China di Kantor Kemenkeu Jakarta berpotensi menyelamatkan penerimaan negara hingga Rp 5 triliun.
- Menkeu mengancam akan memecat pegawai pajak nakal dalam waktu dekat karena terindikasi kongkalikong dengan perusahaan tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau Pemerintah sudah mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga pengemplang pajak.
Dari total itu, Menkeu Purbaya mengatakan kalau pihaknya baru memeriksa satu perusahaan baja asal China. Ia memperkirakan potensi penerimaan negara dari perusahaan itu bisa mencapai Rp 5 triliun.
"Mau lihat kan, perusahaan baja, saya punya list 40. Baru diperiksa satu, yang lain belum dikejar. Itu saja kira-kira mungkin bocor Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (31/8/2026).
Bendahara Negara mengatakan kalau upaya itu termasuk dari bagian ekstensifikasi pajak atau memperluas basis penerimaan negara dari perusahaan yang belum membayar pajak.
Menurutnya, banyak perusahaan yang belum membayar kewajiban seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga pajak dari bea masuk impor.
Bahkan dirinya memperkirakan kalau satu perusahaan pengemplang pajak bisa menarik penerimaan negara hingga hampir Rp 1 triliun dari kebocoran selama tiga tahun.
Purbaya ancam pecat pegawai Pajak nakal
Saat ini Purbaya masih memerika perusahaan diduga pengemplang pajak yang selanjutnya bakal ditagih. Ia juga mengendus adanya kongkalikong antara perusahaan dengan petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Fakta bahwa ada perusahaan seperti itu. Puluhan tahun beroperasi dan enggak ketahuan. Berarti ada yang main memang," lanjutnya.
Purbaya menegaskan bahwa Kemenkeu siap memecat pegawai Pajak apabila terendus menciptakan kebocoran penerimaan negara. Bahkan ia sudah memegang nama pihak yang terlibat.
"Tapi kita tahu sih kira-kira ada yang main siapa aja. Jadi mau apa? Mau dipecat-pecat gitu? Iya. Dalam waktu dekat," tegas Purbaya.