Tragedi KM Virgo Transport 8, Media Asing Ungkit Misteri Segitiga Bermuda Masalembu

Galih Prasetyo

Kamis, 17 September 2026 | 10:44 WIB
Tragedi KM Virgo Transport 8, Media Asing Ungkit Misteri Segitiga Bermuda Masalembu
Ilustrasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembu pada Minggu, 13 September 2026, akibat cuaca buruk.
  • Hingga Selasa, 15 September 2026, tim SAR gabungan mengevakuasi 108 korban selamat dan menemukan enam korban meninggal dunia.
  • Basarnas mencatat sebanyak 129 orang masih hilang dalam insiden kecelakaan kapal yang berlayar dari Surabaya tersebut.

Suara.com - Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Kepulauan Masalembu mendapat perhatian dari sejumlah media asing.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang itu terbalik pada Minggu (13/9/2026) saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelum kecelakaan, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk di sekitar perairan Masalembu.

Hingga Selasa (15/9), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 108 orang yang selamat dan menemukan enam korban meninggal dunia.

Sebanyak 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Menariknya salah satu media negara tetangga Malaysia, The Star mengulas tragedi ini dari sisi mister perairan Masalembu yang selama puluhan tahun dikenal memiliki sejarah sejumlah kecelakaan laut fatal.

Ilustrasi cuaca Perairan Masalembu. [BMKG/Jatimnet]
Ilustrasi cuaca Perairan Masalembu. [BMKG/Jatimnet]

Mengapa Masalembu Disebut Segitiga Bermuda Indonesia?

Laporan media Malaysia itu menyebut perairan di sekitar Masalembu dikenal memiliki arus kuat yang dapat menjadi semakin berbahaya ketika bertemu angin musiman dan gelombang tinggi.

"Sejumlah kecelakaan besar di kawasan tersebut kemudian melahirkan cerita tentang kekuatan misterius. Dari sinilah julukan "Segitiga Bermuda Indonesia" atau "Segitiga Masalembo" semakin melekat," ulas media Malaysia tersebut.

baca juga

Namun, para ahli menilai karakteristik alam di kawasan tersebut jauh lebih relevan untuk menjelaskan potensi bahayanya dibandingkan cerita mistis.

Daryono, pakar kebencanaan yang pernah menjabat Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, mengatakan arus kuat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelayaran di kawasan tersebut.

"Hal-hal inilah yang membuat sebagian orang menyebut kawasan ini sebagai 'Segitiga Masalembo'," ujar Daryono.

Menurut Daryono, kondisi cuaca tertentu dapat membuat pelayaran sangat berbahaya.

Kapal yang melintasi arus secara tegak lurus dapat terdorong keluar jalur hingga berisiko terbalik.

Tragedi Tampomas II Jadi Catatan Kelam

Salah satu kecelakaan paling terkenal di sekitar Masalembu adalah tenggelamnya kapal penumpang Tampomas II pada 27 Januari 1981.

Kapal yang berlayar dari Jakarta menuju Makassar itu terbakar di sekitar Masalembu sebelum akhirnya tenggelam dalam kondisi cuaca buruk. Ratusan orang tewas dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang dalam tragedi tersebut.

Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi ekstrem. Gelombang dilaporkan mencapai sekitar 10 meter, disertai angin kencang dan hujan deras.

Sejarawan maritim dan arsiparis Fanada Sholihah mengatakan tragedi Tampomas II turut membentuk ingatan kolektif masyarakat mengenai perairan Masalembu.

"Semua aspek dalam cerita ini menjadi bahan yang sangat kuat bagi ingatan kolektif masyarakat mengenai kawasan tersebut sebagai wilayah berbahaya," kata Fanada, direktur platform arsip sejarah Tarugiri.

Adam Air 574 Juga Kerap Dikaitkan

Nama Masalembu juga kerap muncul dalam berbagai laporan mengenai kecelakaan Adam Air 574 pada Januari 2007.

Pesawat tersebut hilang kontak saat terbang dari Surabaya menuju Manado, Sulawesi Utara. Seluruh 102 orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia.

Namun, hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan pesawat jatuh ke laut di sekitar Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 kilometer dari Masalembu. Dengan demikian, kecelakaan Adam Air 574 tidak terjadi di perairan Masalembu seperti yang kerap muncul dalam sejumlah cerita dan laporan.

Meski begitu, reputasi Masalembu sebagai kawasan berbahaya tetap bertahan hingga masuk ke budaya populer Indonesia.

"Sebuah serial televisi lokal bahkan menggunakan kisah penyintas kecelakaan pesawat di kawasan tersebut sebagai bagian dari ceritanya," tulis media Malaysia.

Faktor Alam Lebih Nyata daripada Mitos

Perairan bagian timur Laut Jawa, termasuk kawasan sekitar Masalembu, memang memiliki karakteristik arus laut yang kuat.

Kondisi tersebut dapat diperburuk angin musiman dan gelombang tinggi yang dipengaruhi angin muson timur.

Periode muson timur umumnya berlangsung antara April hingga Oktober.

Karena itu, risiko pelayaran di kawasan tersebut tidak harus dijelaskan melalui mitos.

Kondisi laut, cuaca, arus, dan gelombang merupakan faktor nyata yang dapat memengaruhi keselamatan kapal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:31 WIB

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×