PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB
PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan
S&P Global melaporkan PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi dalam 31 bulan terakhir. Foto: Proses poduksi motor Yamaha di pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. (Foto: YIMM)
baca 10 detik
  • S&P Global melaporkan PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi dalam 31 bulan terakhir.
  • Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pesanan baru tercepat dalam lima tahun serta rekor tertinggi pada pesanan ekspor baru.
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan momentum ekspansi ini harus dijaga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Suara.com - Aktivitas manufaktur Indonesia mencatat penguatan pada Oktober 2026. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur yang naik menjadi 54,0 dari sebelumnya 52,4 pada September 2026.

Berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis Senin (2/11/2026), capaian tersebut menjadi level tertinggi dalam 31 bulan terakhir sekaligus menunjukkan laju ekspansi terkuat sejak Maret 2024.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan peningkatan PMI tersebut menunjukkan aktivitas industri nasional bergerak ke arah yang lebih baik. Dia menilai momentum ekspansi perlu dijaga agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

"Momentum ini harus kita jaga agar dapat memberikan dampak yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri," ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Sarmuji mengatakan, penguatan PMI ditopang pertumbuhan pesanan baru yang mencapai laju tercepat dalam lima tahun terakhir. Peningkatan tersebut didorong oleh kepercayaan pasar yang membaik serta peluncuran produk baru.

Sementara itu, pesanan ekspor baru mencatat laju pertumbuhan tertinggi sejak survei PMI dimulai pada April 2011. Kondisi ini menunjukkan permintaan dari pasar luar negeri turut menopang aktivitas manufaktur nasional.

"Indonesia memiliki potensi industri yang sangat besar, baik dari sisi pasar domestik, sumber daya, maupun kemampuan produksi. Karena itu, penguatan industri harus terus diarahkan agar kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga semakin kompetitif di pasar ekspor," kata Sarmuji.

Dari sisi perbandingan regional, PMI manufaktur Indonesia sebesar 54,0 berada di atas sejumlah negara seperti Jepang sebesar 53,3, Vietnam 52,3, China 52,0, Korea Selatan 51,3, Malaysia 51,0, dan Australia 49,6.

Meski mencatatkan penguatan, Sarmuji menilai kinerja manufaktur nasional masih perlu ditingkatkan. Pemerintah berupaya memperkuat ekosistem manufaktur, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, mengamankan pasar domestik dari persaingan impor tidak sehat, serta menjaga kepastian pasokan energi dan bahan baku.

baca juga

"Industri yang sudah memiliki kemampuan produksi harus terus diperkuat, sedangkan industri yang masih membutuhkan dukungan harus kita pacu agar semakin berkembang. Kita ingin pertumbuhan manufaktur tidak hanya terlihat dari indikator survei, tetapi juga tercermin dalam peningkatan produksi, investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 20:06 WIB

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:55 WIB

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:53 WIB

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Bola | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

News | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:50 WIB

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

×