Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB
Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan
Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]
baca 10 detik
  • Korea Utara menembakkan proyektil misterius ke Laut Timur hanya beberapa hari setelah mempertegas status negara nuklirnya.

  • Peluncuran proyektil ini menjadi bentuk penolakan Pyongyang terhadap resolusi PBB yang mendesak penghentian program nuklir.

  • Jepang dan Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal balistik serta terus memantau perkiraan kekuatan atom Korut.

Suara.com - Korea Utara kembali menembakkan senjata tidak dikenal ke perairan pantai timurnya pada Minggu (20/9/2026). Langkah provokatif ini dilakukan militer Pyongyang hanya beberapa hari setelah pemerintah setempat secara tegas memperkuat klaim statusnya sebagai negara kekuatan nuklir.

Peluncuran terbaru ini berjarak delapan hari dari aksi penembakan rentetan rudal balistik jarak pendek ke wilayah Laut Timur. Pada aksi sebelumnya, otoritas Pyongyang mengklaim latihan persenjataan tersebut sebagai bagian dari simulasi gabungan daya tembak militer mereka.

Eskalasi militer ini mengudara tepat setelah Korut secara terbuka menentang resolusi terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Lembaga pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut sebelumnya mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan seluruh bentuk aktivitas program nuklirnya.

Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]
Gambar yang diambil pada tanggal 30 Mei 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 31 Mei 2024 menunjukkan uji coba salvo artileri roket super besar 600mm, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. [KCNA VIA KNS/AFP]

Pihak militer Korea Selatan langsung mengonfirmasi adanya pergerakan proyektil berbahaya dari negara tetangganya itu.

"Ujung utara telah menembakkan proyektil tak dikenal ke Laut Timur," ujar Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari CNA.

Pemerintah Jepang turut mendeteksi ancaman keamanan udara ini melalui jaringan pemantauan mereka. Melalui akun resminya di platform X, Kantor Perdana Menteri Jepang mengonfirmasi bahwa proyektil yang diluncurkan Korut tersebut merupakan dugaannya adalah rudal balistik.

Kementerian Pertahanan Jepang memberikan pembaruan informasi terkini mengenai lintasan jatuh proyektil tersebut di perairan. Mereka mengabarkan bahwa proyektil misterius itu "telah jatuh", tanpa memerinci titik lokasi koordinat maupun dampaknya.

Di sisi lain, rezim Korea Utara melontarkan tuduhan keras terhadap pihak luar atas dinamika keamanan wilayah ini. Otoritas setempat menuduh "kekuatan musuh" tengah berupaya keras menghentikan dan mengakhiri program nuklir nasional yang sedang berjalan.

Penolakan keras terhadap desakan internasional diutarakan langsung oleh perwakilan kementerian luar negeri Korea Utara. Juru bicara kementerian menegaskan bahwa resolusi IAEA "tidak berdampak pada posisi DPRK sebagai negara pemegang senjata nuklir".

baca juga

Pyongyang sendiri telah mengunci status hukum negara mereka secara resmi sebagai pemilik senjata nuklir yang sah. Kepemimpinan tertinggi Korut bahkan telah menyatakan bahwa kepemilikan persenjataan atom tersebut bersifat permanen dan tidak dapat diubah lagi.

Berbagai perkiraan statistik mengenai jumlah hulu ledak atom milik Pyongyang terus bermunculan dari pihak luar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Agustus lalu sempat menyebut Korea Utara menguasai 57 senjata nuklir yang sangat kuat.

Sementara itu, pihak Intelijen Korea Selatan memegang taksiran angka persenjataan yang jauh lebih tinggi dibanding estimasi Washington. Seoul memperkirakan jumlah riil kepemilikan hulu ledak nuklir tetangganya berada di kisaran antara 80 hingga 120 unit.

Aksi penembakan proyektil terbaru ini memperpanjang deretan ketegangan geopolitik di Kawasan Semenanjung Korea. Penolakan terhadap mandat PBB dan intensitas uji coba senjata menegaskan komitmen Pyongyang dalam mempertahankan doktrin pertahanan berbasis nuklir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:05 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:59 WIB

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Jakarta | Senin, 21 September 2026 | 08:57 WIB

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

News | Senin, 21 September 2026 | 08:56 WIB

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

News | Senin, 21 September 2026 | 08:54 WIB

Animals Tayang 9 Oktober di Netflix, Ben Affleck Terjebak Kasus Penculikan

Animals Tayang 9 Oktober di Netflix, Ben Affleck Terjebak Kasus Penculikan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:50 WIB

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 08:48 WIB

AS Tolak Bantu Arab Saudi Hadapi Gempuran Rudal Houthi

AS Tolak Bantu Arab Saudi Hadapi Gempuran Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:47 WIB

Lagi dan Lagi, Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Gegara Kabut Asap

Lagi dan Lagi, Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Gegara Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 08:46 WIB

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

×