- Tim KATAMATAKU UI mengadakan pengabdian masyarakat untuk deteksi dini stunting dan pencegahan di Sitanala, Kota Tangerang.
- Kegiatan melibatkan pemeriksaan kesehatan multidisiplin bagi balita, ibu hamil, serta edukasi bagi puluhan kader kesehatan setempat.
- Program kolaborasi dengan Puskesmas Neglasari ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mewujudkan generasi bebas stunting.
Pemeriksaan antropometri dilakukan untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan balita. Pengukuran dilakukan oleh kader kesehatan setempat di bawah supervisi Tim Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI.
Tim juga melakukan skrining kesehatan mata balita yang melibatkan dokter spesialis mata dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI dan refraksionis.
Pemeriksaan kulit dilakukan dokter spesialis kulit dan kelamin dari Departemen Dermato Venereologi FKUI.
Selain itu, balita serta ibu hamil dan ibu balita mendapat pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut oleh dokter gigi spesialis penyakit mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi UI.
Pemeriksaan juga mencakup skrining oromotor untuk mengevaluasi fungsi oromotor balita.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dokter spesialis rehabilitasi medik dari Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FKUI.
Penanggung jawab kegiatan, Dr dr Gitalisa Andayani, SpM(K), mengatakan kegiatan tersebut diikuti puluhan kader dan warga Sitanala.
“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat hari ini telah dilakukan edukasi pada 33 tenaga kesehatan dan kader kesehatan, pemeriksaan kesehatan pada 66 bayi dan balita, serta pemeriksaan kesehatan pada 54 ibu hamil dan ibu balita,” ujar Gitalisa.
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
Kader Posyandu Jadi Ujung Tombak
Kepala Puskesmas Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dr Sakuncoro, menyebut dukungan pemerintah kecamatan dan Puskesmas Neglasari menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
“Dukungan penuh dari pemangku kepentingan tingkat kecamatan dan Puskesmas Neglasari menjadi pilar penting terlaksananya kegiatan ini,” kata Sakuncoro.
Dia berharap penguatan kapasitas kader dapat membuat layanan kesehatan di tingkat masyarakat berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Langkah bersama ini diharapkan mampu mencetak kader kesehatan yang mandiri serta mewujudkan generasi bebas stunting di wilayah Tangerang,” ujarnya.
Sebelum kegiatan utama, Tim KATAMATAKU UI juga telah menggelar Lomba Kreasi Makanan Pendamping ASI dan Makanan Balita sekaligus edukasi gizi bagi kader kesehatan pada 24 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga peningkatan pengetahuan kader dan keluarga mengenai kebutuhan gizi anak.
KATAMATAKU UI Berawal dari Isu Kusta
KATAMATAKU merupakan akronim dari Identifikasi Tanda-tanda Mata, Ekstremitas, Kulit pada Kusta. Tim ini diinisiasi oleh KSM Ilmu Kesehatan Mata, KSM Dermatologi dan Venereologi, serta KSM Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FKUI-RSCM.
Sejak 2018, KATAMATAKU UI secara rutin menjalankan berbagai program hibah pengabdian masyarakat.
Pemrakarsa sekaligus ketua tim saat ini adalah Prof Dr dr Yunia Irawati, SpM(K).
Kegiatan KATAMATAKU UI terbagi dalam tiga tema besar, yakni kesehatan, anti-stigma, dan agroekonomi.
Program tersebut secara berkesinambungan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta. Intervensinya mencakup pasien, keluarga pasien, serta masyarakat umum.
Melalui program di Sitanala, pendekatan tersebut kini turut diperluas untuk mendukung deteksi dini masalah kesehatan balita dan pencegahan stunting melalui penguatan peran kader Posyandu.