- Banjir bandang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok akibat hujan intensitas tinggi.
- Bencana tersebut menyebabkan empat orang luka-luka, 32 jiwa mengungsi, serta merusak kendaraan dan sebelas kantor pemerintah.
- Anggota DPR RI Athari meminta pemerintah segera memprioritaskan keselamatan warga, evakuasi, dan penanganan korban secara cepat.
Suara.com - Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi meminta pemerintah dan seluruh unsur terkait bergerak cepat menangani banjir bandang yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Ia mengingatkan agar keselamatan warga menjadi prioritas dan tidak menunggu kondisi memburuk sebelum bertindak.
“Jangan sampai kita terlambat bertindak ketika warga masih menghadapi ancaman. Evakuasi, pertolongan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Athari, Selasa (22/9/2026).
Banjir bandang atau galodo menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, kayu, dan longsoran hingga menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta menutup akses utama Solok–Padang.
Athari meminta pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan unsur terkait memperkuat koordinasi serta melakukan penyisiran di kawasan terdampak.
Ia meminta semua unsur SAR yang terlibat benar-benar memastikan tidak ada warga yang tertinggal, terutama anak-anak, lansia, dan perempuan.
"Infrastruktur bisa kita bangun kembali, kantor bisa diperbaiki, jalan bisa dibersihkan. Tetapi keselamatan dan nyawa manusia tidak bisa digantikan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar surutnya air tidak langsung dianggap sebagai tanda kondisi telah aman. Potensi banjir bandang dan longsor susulan tetap harus diantisipasi.
Athari mengatakan penanganan warga terdampak juga harus terus dikawal hingga kebutuhan dasar dan pemulihan kehidupan masyarakat terpenuhi.
![Material banjir bandang (galodo) berupa lumpur yang menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. [ANTARA/HO-Dokumentasi warga setempat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/79960-banjir-bandang-galodo-di-solok.jpg)
Korban Luka
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok, banjir bandang tersebut menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban masih dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang.
Bencana juga memaksa sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi. Para pengungsi ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.
Selain itu, sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak. BPBD juga mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.
Banjir menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.
Hingga Selasa, Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur terkait masih melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan di sejumlah lokasi terdampak.
Banjir bandang dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9). Hujan deras menyebabkan debit air meningkat hingga memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.
Athari juga meminta penguatan mitigasi dan sistem peringatan dini agar penanganan bencana tidak selalu dilakukan setelah bencana terjadi.
“Kita tidak ingin setiap bencana baru membuat kita kembali sibuk mencari solusi. Mitigasi harus diperkuat, titik-titik rawan harus dipetakan, sistem peringatan dini harus berjalan, dan masyarakat harus mendapatkan edukasi yang memadai,” pungkasnya.