- Wali Kota Munjirin mengumumkan pengetatan pengamanan jalanan di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Jumat (6/11/2026).
- Pemerintah mendirikan Posko Jaga Jakarta untuk mempercepat respons aparat gabungan terhadap aksi jambret dan copet.
- Gubernur Pramono Anung mendukung penambahan kamera pengawas demi memberantas peredaran narkotika bersama kepolisian.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat memperketat pengamanan di titik-titik rawan kriminalitas jalanan dan peredaran narkotika.
Langkah pengamanan itu ditegaskan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Fokus penjagaan salah satunya tertuju pada ancaman sindikat jambret dan copet yang kerap beraksi di seberang Halte Transjakarta Kampung Melayu.
Munjirin memastikan, kehadiran Posko Jaga Jakarta di kolong jalan layang akan mempercepat reaksi aparat gabungan di lapangan.
"Yang flyover yang seberang tadi, mungkin nanti saya akan lebih koordinasi lagi dengan pihak TNI dan Polri serta stakeholder masyarakat di sini, apalagi dengan dibangunnya posko Jaga Jakarta, mudah-mudahan pergerakannya ke daerah seberang itu akan lebih cepat," katanya.
Kewaspadaan tak hanya menyasar kejahatan konvensional, melainkan juga ancaman peredaran barang haram.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif desakan Komisi A DPRD DKI Jakarta yang meminta pengadaan kamera pengawas tambahan di titik-titik rawan.
Dukungan pemasangan CCTV selaras dengan gencarnya operasi pemberantasan narkotika dari aparat kepolisian pusat.
"Tanpa menjawab panjang apa yang menjadi usulan dari anggota DPRD untuk menambah fasilitas CCTV di tempat yang rawan, terutama narkoba dan sebagainya. Apalagi kita ketahui bahwa Kapolri sekarang ini betul-betul menyatakan perang terhadap narkoba. Maka, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya," tegas Pramono.
Integrasi antara pos pantau fisik dan pengawasan digital diharapkan sanggup mengikis rasa cemas warga yang beraktivitas di ruang publik.