Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB
Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza
Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari lalu menandai babak baru atau mungkin babak paling menantang dalam hubungan dagang Indonesia-Amerika Serikat. Desain Syahda/Suara.com
baca 10 detik
  • Donald Trump memuji komitmen Indonesia yang menyiapkan 8.000 personel untuk misi perdamaian Gaza.

  • Pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional terhambat akibat meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran.

  • Gaza membutuhkan rekonstruksi mendesak setelah agresi militer menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.

Suara.com - Langkah tegas Pemerintah Indonesia yang bersiap menerjunkan ribuan personel ke Jalur Gaza menuai apresiasi langsung di forum global. Apresiasi terbuka ini disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum Sidang Majelis Umum PBB.

Keterlibatan aktif Indonesia menjadi angin segar bagi upaya penataan ulang keamanan di wilayah konflik tersebut. Pengiriman ribuan penjaga perdamaian ini menandai peran vital diplomasi Indonesia di panggung internasional.

Langkah Indonesia ini menjadi bagian dari manuver besar pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional di bawah skema Dewan Perdamaian. Kehadiran personel dari Jakarta diharapkan mampu mempercepat pemulihan stabilitas wilayah Gaza yang sempat lumpuh total.

Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]
Prabowo Subianto dan Donald Trump [USTradeRep]

"Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyiapkan sebanyak 8.000 personel khusus demi mengawal misi kemanusiaan tersebut. Namun, proses pemberangkatan pasukan multinasional ini harus tertunda akibat memanasnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasukan khusus ini dirancang sebagai kekuatan gabungan lintas negara yang bertugas mengembalikan ketertiban pascakonflik di Gaza. Kehadiran mereka berfokus penuh pada perlindungan warga sipil serta pengawalan terhadap proses transisi keamanan lokal.

Selain menjaga keamanan wilayah, pasukan gabungan ini mengemban misi pembentukan serta pelatihan unit kepolisian Palestina. Langkah tersebut diambil agar otoritas lokal memiliki kapasitas mandiri dalam mengelola ketertiban masyarakat.

Misi kemanusiaan ini juga mencakup pengawasan pembangunan fasilitas medis mendesak yang hancur total. Tim di lapangan ditugaskan mempercepat perbaikan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi kehidupan warga.

Tidak hanya bantuan personel, sejumlah negara juga menyuntikkan dana segar bernilai miliaran dolar untuk membiayai rekonstruksi Gaza. Dukungan finansial berskala besar ini datang dari negara-negara pendukung seperti Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Turki, Kazakhstan, hingga Uzbekistan.

baca juga

"Negara-negara tersebut telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa, dan negara-negara lain pun turut serta memberikan kontribusi dalam jumlah yang sulit dipercaya, karena mereka ingin melihat masyarakat tetap hidup," kata Trump.

Suntikan dana pemulihan dialokasikan langsung ke wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempuran militer. Skema penyaluran dana dibuat seefisien mungkin agar bantuan segera dirasakan oleh warga yang terdampak.

"Dana tersebut disalurkan langsung ke sumbernya, tepat ke tempat yang membutuhkan dan mereka sangat membutuhkannya," imbuh dia.

Kondisi Gaza memang memerlukan penanganan darurat setelah hancur diterjang agresi militer pemerintahan Benjamin Netanyahu sejak Oktober 2023. Serangan berskala besar tersebut menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan meratakan ratusan ribu hunian serta fasilitas umum.

Meski Israel dan Hamas telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata atas inisiasi Amerika Serikat, situasi di lapangan masih dipenuhi ketidakpastian. Pasukan Zionis dilaporkan masih kerap melancarkan serangan sporadis yang mengancam keselamatan warga sipil di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Blokir Akses Layanan Penerbangan Iran di Seluruh Dunia

Amerika Serikat Blokir Akses Layanan Penerbangan Iran di Seluruh Dunia

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB

Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:31 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 13:28 WIB

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:27 WIB

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:26 WIB

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:25 WIB

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:22 WIB

×