Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB
Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres
Surya bin Samid, seorang pemilah sampah yang berhasil menumbangkan petahana dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. [istimewa]
baca 10 detik
  • Surya bin Samid, seorang pemilah sampah, mengalahkan petahana dalam Pilkades Mekarwangi, Kabupaten Bekasi.
  • Kemenangan tersebut menunjukkan pergeseran pola politik warga desa yang tidak lagi bergantung pada kekayaan petahana.
  • Sosiolog UMY Zuly Qodir menilai perubahan standar pemimpin kini lebih mengutamakan modal sosial dan etika.

Suara.com - Kemenangan Surya bin Samid, seorang pemilah sampah yang berhasil menumbangkan petahana dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dinilai menjadi gambaran adanya pergeseran peta sosiologi politik di tingkat akar rumput.

Kemenangan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan finansial dan struktur kekuasaan yang selama ini menjadi modal penting dalam kontestasi politik desa tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk meraih kemenangan.

Sosiolog Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Zuly Qodir menilai kemenangan Surya memperlihatkan mulai bergesernya pola hubungan patron-klien di tengah masyarakat desa.

Pemilih akar rumput dinilai tidak lagi sepenuhnya bergantung pada patron yang memiliki kekayaan maupun jabatan.

"Jadi memang sekarang patron klien sudah mulai bergeser, bukan hanya kepada mereka yang punya kuasa, bukan hanya yang mereka punya duit," kata Zuly saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2026).

Menurut Zuly, perubahan tersebut tidak lepas dari kejenuhan masyarakat terhadap pola kepemimpinan yang elitis.

Kontestasi di tingkat desa selama ini kerap dipersepsikan hanya sebagai pergantian kekuasaan di antara lingkaran elite yang sama atau figur yang memiliki pengaruh kuat karena jabatan dan kekuasaannya.

Warga yang merasa tertindas atau tidak puas terhadap penguasa, kata Zuly, belum tentu memilih melakukan perlawanan secara terbuka. Mereka dapat membangun kekuatan secara diam-diam hingga menemukan momentum untuk menyampaikan sikap melalui bilik suara.

"Ini adalah perlawanan yang sifatnya hidden transcript, perlawanan yang tidak tampak tetapi dia lakukan sebagai sebuah perlawanan," tegasnya.

baca juga

Perlawanan terselubung tersebut, lanjut Zuly, dapat menjadi saluran bagi warga untuk menjatuhkan pemimpin yang dinilai menyalahgunakan kekuasaan atau tidak memperhatikan nasib masyarakat.

Dalam konteks Pilkades Mekarwangi, sosok Surya yang hidup sederhana dan memiliki kedekatan sosial dengan warga dinilai menjadi wadah bagi penyaluran sikap tersebut.

Zuly juga melihat adanya perubahan standar masyarakat dalam menilai sosok pemimpin. Karisma seorang pemimpin tidak lagi semata-mata diukur dari kekayaan, jabatan, atau kekuasaan, tetapi juga dari nilai etika dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Modal sosial yang dimiliki seorang kandidat, menurut dia, bahkan dapat menjadi kekuatan yang mengimbangi mesin politik serta modal finansial petahana.

"Patron klien sudah mulai bergeser dari orang yang punya duit, yang punya kekuasaan kepada mereka yang punya modal sosial, yang punya nilai-nilai etik yang baik," ungkapnya.

Menurut Zuly, perubahan pola tersebut tidak menutup kemungkinan berkembang ke tingkat kontestasi politik yang lebih tinggi, mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden.

Namun, dia menilai keberlanjutan fenomena tersebut turut bergantung pada sejauh mana publik dan media mengawal serta memperluas narasi mengenai perubahan politik dari akar rumput.

"Ini harus diamplifierkan secara luas, jangan hanya berhenti di satu titik atau berhenti di satu tempat saja, satu lokus tapi kemudian harus diperbanyak," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Metro Dalami Peran Ipda Yayat di Kasus Suap Bekasi, Pengajuan Pensiun Dini Bakal Ditelaah

Polda Metro Dalami Peran Ipda Yayat di Kasus Suap Bekasi, Pengajuan Pensiun Dini Bakal Ditelaah

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:55 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

Terkini

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Bekaci | Minggu, 08 November 2026 | 12:26 WIB

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

×