Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB
Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden (kanan) saat bertemu dengan Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/11/2024). [SAUL LOEB / AFP]
baca 10 detik
  • Jaringan TV AS kembali meliput Gedung Putih setelah hakim membatalkan larangan akses pers.

  • Pemulihan izin liputan memungkinkan siaran langsung kunjungan Presiden China Xi Jinping kembali berjalan.

  • Gugatan hukum atas pelanggaran Amandemen Pertama Konstitusi AS masih berlanjut di pengadilan federal.

Suara.com - Jaringan televisi Amerika Serikat resmi melanjutkan siaran langsung kegiatan Gedung Putih setelah pembatasan terhadap jurnalis dibatalkan. Keputusan ini memungkinkan liputan bersama kembali berjalan bertepatan dengan agenda diplomasi tingkat tinggi Presiden Donald Trump.

Pengadilan federal memerintahkan pemerintah memulihkan izin peliputan CNN, MS NOW, dan Politico secara mendadak. Langkah hukum tersebut mengakhiri aksi boikot kamera yang sempat melumpuhkan liputan awal kunjungan Presiden China Xi Jinping.

Krisis akses media ini memicu debat baru mengenai batasan kewenangan eksekutif terhadap kebebasan pers di Washington. Keputusan hakim memberikan angin segar sementara bagi independensi wartawan dalam meliput isu pemerintahan.

Presiden AS Joe Biden (kanan) saat bertemu dengan Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/11/2024).  [SAUL LOEB / AFP]
Presiden AS Joe Biden (kanan) saat bertemu dengan Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/11/2024). [SAUL LOEB / AFP]

Gambar perdana dari konsorsium media memperlihatkan momen Xi Jinping tiba di Gedung Putih untuk minum teh bersama. Kamera TV juga mengabadikan kedua pemimpin saat mengelilingi Arsip Nasional yang menyimpan naskah asli Konstitusi AS.

Sistem rotasi peliputan yang ditanggung bersama oleh CNN, ABC, CBS, Fox News, dan NBC sempat terhenti total. Solidaritas antar-jaringan TV membuat dua hari pertama agenda kunjungan delegasi China tidak tersiar secara kolektif.

Pemerintah AS belakangan mengambil tindakan makin agresif dengan membatasi ruang gerak jurnalis di Oval Office. Padahal, Donald Trump secara historis sangat mengandalkan eksposurnya di media massa untuk membentuk persepsi publik.

Saat menyapa para wartawan di samping Xi Jinping, Donald Trump mengekspresikan apresiasinya secara terbuka.

"Kami menghargai peliputan yang adil. Peliputannya sangat adil. Kami menghargainya," kata Donald Trump.

Di sisi lain, pihak Gedung Putih memilih bungkam dan tidak menjawab permintaan konfirmasi terkait pemulihan akses tersebut. Sikap tertutup ini berlangsung di tengah sorotan publik atas kebijakan pencabutan izin liputan secara sepihak.

baca juga

Awalnya, pencabutan izin dipicu oleh kekesalan pemerintah atas pemberitaan yang dianggap palsu dan menyudojkan. Pemulihan hak peliputan baru terlaksana pada Kamis setelah hakim menganggap larangan tersebut berpotensi melanggar hukum.

Gugatan hukum yang diajukan CNN, MS NOW, dan Politico menuduh pemerintah melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS. Koalisi kebebasan pers bersama puluhan organisasi berita, termasuk Reuters, turut menyerahkan berkas dukungan ke pengadilan.

Media pelapor memiliki batas waktu hingga 28 September untuk mengajukan permohonan perlindungan hak akses permanen. Meski permohonan tersebut dikabulkan, pihak pemerintah tetap berpeluang melanjutkan upaya hukum di tingkat pengadilan tinggi.

Pemerintahan saat ini dinilai menjalankan tindakan keras terhadap jurnalis melalui serangan verbal hingga gugatan hukum. Bahkan, ada dorongan resmi kepada Komisi Komunikasi Federal untuk mencabut izin siaran beberapa stasiun TV.

Gedung Putih sempat melontarkan sindiran humoris kepada para fotografer saat menyambut delegasi luar negeri di Oval Office. Pernyataan tersebut menyindir kondisi pers di China yang berada di bawah kendali ketat pemerintah.

Meski akses resmi telah dipulihkan, dilaporkan beberapa jurnalis masih mengalami penghalangan saat hendak meliput jamuan makan malam. Hambatan teknis di lapangan ini menunjukkan bahwa gesekan antara pers dan jurnalis belum sepenuhnya usai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

×