Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Pebriansyah Ariefana

Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB
Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak hingga 105 dolar AS akibat penolakan proposal damai Iran oleh Trump.

  • Rencana pembatasan ekspor diesel Amerika Serikat mengancam krisis pasokan BBM di kawasan Eropa.

  • Ekspor minyak Timur Tengah melonjak ke level tertinggi meskipun gangguan keamanan masih terus terjadi.

Suara.com - Lonjakan harga minyak mentah terjadi akibat penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap proposal perdamaian dari Iran. Kebijakan tersebut langsung mendorong harga minyak Brent melampaui angka 105 dolar AS per barel.

Ketegangan di Selat Hormuz dan belum ditemukannya kesepakatan damai menjadi pemantik utama gejolak pasar global kali ini. Pasar merespons cepat ketidakpastian diplomasi antara Washington dan Teheran pada awal pekan ini.

Gagalnya kompromi di PBB membuka mata pelaku pasar bahwa gangguan rantai pasok energi masih jauh dari kata usai. Kondisi tersebut memaksa harga minyak WTI melambung hingga mendekati angka 93 dolar AS per barel.

Ilustrasi harga minyak bertahan di atas USD 100 meskipun AS tambah pasokan minyaknya [Suara.com/HD]
Ilustrasi harga minyak bertahan di atas USD 100 meskipun AS tambah pasokan minyaknya [Suara.com/HD]

Di tengah situasi yang memanas, perdagangan acuan Brent mencatat kenaikan 1,32 dolar AS atau setara 1,27 persen menuju level 105,64 dolar AS per barel.

Sementara itu, jenis West Texas Intermediate terangkat 70 sen atau 0,76 persen sehingga berada di posisi 93,11 dolar AS per barel.

Tawaran damai sebenarnya telah disodorkan utusan Teheran lewat perantara diplomatik Qatar saat Sidang Umum PBB berlangsung. Namun, Donald Trump secara tegas menolak draf kesepakatan tersebut pada akhir pekan lalu.

Meski menolak, Trump memberi sinyal bahwa utusan diplomasi Amerika Serikat bakal kembali menggelar pembicaraan lanjutan pekan ini.

Kekhawatiran pasar kian memuncak meny meny menyusul serangkaian insiden militer yang terus terjadi di sekitar kawasan Teluk.

"Risiko geopolitik tetap tinggi, karena Houthi dan Iran terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi, membuat arus pasokan regional rentan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

baca juga

Militer pimpinan Arab Saudi mengaku berhasil mencegat serangan dua rudal balistik serta dua drone miliknya kelompok Houthi.

Dinamika pekan lalu memperlihatkan tren unik di mana acuan Brent naik tipis 0,4 persen, tetapi WTI justru melemah 7,9 persen.

Penyebab penurunan acuan domestik AS adalah wacana larangan ekspor bahan bakar diesel demi mengendalikan inflasi dalam negeri.

"Dengan harga diesel AS yang mencapai rekor maka meningkatkan risiko inflasi dan kembali memicu perdebatan mengenai kemungkinan pembatasan ekspor," sebut analis ANZ.

Analis menyoroti bahwa kebijakan embargo ekspor AS justru akan membuat kelangkaan pasokan makin parah di wilayah Eropa.

Sinyal pengetatan pasokan global langsung memicu lonjakan harga di kawasan Benua Biru secara drastis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Terkini

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:55 WIB

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:54 WIB

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 10:52 WIB

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:51 WIB

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:49 WIB

Pramono Anung Sebut Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York

Pramono Anung Sebut Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Apa Tanda-tanda Jika Sabun Cuci Muka Tidak Cocok? Cek Perubahan Ini pada Kulit

Apa Tanda-tanda Jika Sabun Cuci Muka Tidak Cocok? Cek Perubahan Ini pada Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:46 WIB

×