Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

Vania Rossa

Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB
Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi
Usman Hamid memberikan kesaksiannya di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Koalisi masyarakat sipil Gemas menggugat Keppres 116/TK/2025 tentang gelar pahlawan Soeharto ke PTUN Jakarta pada tahun 2026.
  • Usman Hamid menyatakan di pengadilan bahwa kasus korupsi yayasan milik Presiden Soeharto telah terbukti dan berkekuatan hukum tetap.
  • ICW menilai pemberian gelar pahlawan tersebut mencederai nilai antikorupsi sehingga meminta majelis hakim PTUN membatalkan keputusan pemerintah.

Suara.com - Langkah pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada Presiden Kedua Soeharto melalui Keppres 116/TK/2025 mendapat kecaman dari koalisi sipil. Mereka mempermasalahkan rekam jejak Soeharto yang lekat dengan dugaan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Koalisi sipil yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas) kemudian melayangkan gugatan terhadap keputusan tersebut ke PTUN Jakarta.

Perkara yang teregistrasi dengan nomor 151/G/2026/PTUN.JKT itu kini telah memasuki tahapan pemeriksaan saksi.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan sepak terjang Soeharto dalam dugaan tindakan KKN telah menjadi pengetahuan umum.

Bahkan, kasus rasuah pada sejumlah yayasan yang terafiliasi dengan jenderal bintang lima tersebut telah terbukti secara hukum.

"Khusus untuk korupsi yang melibatkan yayasan milik Presiden Soeharto itu terbukti, dan sudah inkrah. Dan kalau tidak salah, sudah dibayarkan separuh oleh pihak keluarga Soeharto," jelas Usman saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026).

Untuk dugaan tindak rasuah Soeharto lainnya, Usman juga bercerita sempat melakukan kajian mendalam ketika masih tergabung dalam Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) pada awal reformasi.

Kajian tersebut dikepalai Teten Masduki dan temuannya telah diserahkan kepada Jaksa Agung saat itu, Andi Ghalib. Setelah itu, Kejaksaan Agung turut turun tangan menyelidiki dugaan rasuah tersebut.

"Dan berkali-kali pemeriksaan, mantan Presiden Soeharto juga dinyatakan berhalangan (hadir) karena alasan kesehatan. Hingga akhirnya pengadilan itu tidak benar-benar selesai," imbuhnya.

baca juga

ICW Soroti Nilai Antikorupsi

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Aul, berpendapat pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto justru mencederai nilai-nilai antikorupsi.

Atas hal itu, ICW menolak keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto yang dinilai mengabaikan catatan buruk mantan presiden tersebut.

"Dalam konteks gerakan antikorupsi, kami jelas menolak gelar pahlawan diberikan negara kepada Soeharto," ungkap Aul.

Padahal, dalam TAP MPR No. XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, nama Soeharto disebut sebagai pihak yang patut diselidiki. Belakangan, pemerintah menghapus nama Soeharto dalam ketetapan tersebut pada 2024.

Aul pun mempertanyakan aspek moralitas dan integritas yang dimiliki Soeharto sehingga dinilai pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Pemerintah terlalu memaksakan gelar pahlawan pada orang yang sangat banyak memiliki catatan buruk dan tidak berintegritas. Tentu ini akan berdampak pada lembaga-lembaga penegakan korupsi," tandasnya.

Karena itu, Aul berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan kesaksian mengenai rekam jejak Soeharto tersebut. Ia meminta PTUN membatalkan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjulang 23 Meter, Patung Oputa Yi Koo Jadi Ikon Baru Baubau

Menjulang 23 Meter, Patung Oputa Yi Koo Jadi Ikon Baru Baubau

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:47 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

Terkini

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 15:24 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

×