Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Bella

Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak
Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 Bedjo Untung mengecam keras pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional. [Suara.com/Alif Bintang]
baca 10 detik
  • Ketua Yayasan YPKP 65 Bedjo Untung mengecam keras pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional pada Senin, 21 September 2026.
  • Bedjo Untung menuntut pemerintah segera membatalkan gelar tersebut karena Soeharto bertanggung jawab atas pembunuhan massal tragedi 1965.
  • Wakil Koordinator KontraS Jane Rosalina menilai pemberian gelar pahlawan tersebut merupakan upaya untuk menghapus dosa masa lalu Soeharto.

Suara.com - Pengangkatan Presiden Kedua Soeharto menjadi pahlawan nasional pada akhir 2025 lalu menuai kontroversi. Era pemerintahan jenderal bintang lima itu dianggap menyebabkan banyak korban kekerasan berjatuhan akibat kepemimpinannya yang menggunakan tangan besi selama 32 tahun.

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 Bedjo Untung mengecam keras pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Sebagai penyintas Tragedi 65, Bedjo bahkan blak-blakan menyebut mantan mertua Presiden Prabowo itu sangat tidak layak dianggap sebagai orang yang berjasa untuk tanah air.

"Sangat-sangat tidak layak untuk diangkat sebagai pahlawan nasional," kata Bedjo kepada Suara.com di Jakarta pada Senin, (21/9/2026).

Bahkan, peraih penghargaan Human Right Award itu meminta pemerintah segera mencabut atau membatalkan peraturan yang menetapkan keputusan pemberian gelar tersebut.

Sebab, Soeharto dianggap bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dan pembunuhan massal terhadap ratusan ribu hingga jutaan orang yang dituding terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia pada huru-hara 1965.

"Dia harus bertanggung jawab atas terbunuhnya paling sedikit 500.000 sampai 3 juta jiwa yang itu diakui oleh Sarwo Edhie, ya. Sarwo Edhie adalah tangan kanan Soeharto," katanya.

Ia mengenang, dirinya bahkan sempat dipenjara selama sembilan tahun tanpa melalui proses peradilan yang sesuai. Bedjo yang saat itu tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) dituduh memiliki kedekatan dengan PKI.

"Teman-teman kami yang jumlahnya ratusan ribu (ditahan) di Buru, Nusa Kambangan, Pulau Kemaro, dan lain-lain, itu menuntut haknya dan sampai sekarang belum dipertanggungjawabkan," tegasnya.

baca juga

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Jane Rosalina juga menilai langkah pemberian gelar kepahlawanan itu hanya sebagai upaya menghapus dosa Soeharto di masa lalu.

"Ini bisa dikatakan untuk memutihkan dosa Seoharto," tutur Jane.

Menurut Jane, keterlibatan Soeharto dalam kasus korupsi, kekerasan, dan nepotisme seharusnya menjadi batu sandungan bagi pemerintah untuk mengangkatnya sebagai pahlawan.

"Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan selama 32 tahun pemerintahannya itu hanya melahirkan infrastruktur yang menindas rakyat, yang memiskinkan rakyat, dan memberikan kerugian bagi negara ini yang begitu besar," katanya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

KontraS: Sidang Militer Kasus Air Keras Andrie Yunus Cuma Sandiwara!

KontraS: Sidang Militer Kasus Air Keras Andrie Yunus Cuma Sandiwara!

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:20 WIB

Peran Militer di Ranah Sipil Kian Meluas! MK Didesak Segera Putus Uji Materi UU TNI

Peran Militer di Ranah Sipil Kian Meluas! MK Didesak Segera Putus Uji Materi UU TNI

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:05 WIB

Kondisi Terkini Andrie Yunus: Mata Kanan Masih Belum Berfungsi

Kondisi Terkini Andrie Yunus: Mata Kanan Masih Belum Berfungsi

News | Senin, 07 September 2026 | 17:19 WIB

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

News | Senin, 07 September 2026 | 15:39 WIB

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Video | Senin, 07 September 2026 | 13:26 WIB

Menteri Pigai Geram Vonis Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Dipangkas Desak Pengacara Ajukan Kasasi

Menteri Pigai Geram Vonis Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Dipangkas Desak Pengacara Ajukan Kasasi

News | Sabtu, 05 September 2026 | 17:00 WIB

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:57 WIB

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:57 WIB

Hercules dan GRIB Jaya Muncul di Tengah Demo Rusuh, Jaga Kondusivitas atau Picu Gesekan?

Hercules dan GRIB Jaya Muncul di Tengah Demo Rusuh, Jaga Kondusivitas atau Picu Gesekan?

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

×