- Tenaga Ahli Bakom RI Hariko Wibowo menyatakan Indonesia kesulitan mencetak pemain hebat seperti Lamine Yamal.
- Hariko menyampaikan hal tersebut pada Senin (28/9/2026) karena masalah buruknya pola makan serta stunting anak Indonesia.
- Pernyataan pejabat tersebut memicu beragam tanggapan kritis dan candaan dari warganet di media sosial.
Suara.com - Salah satu Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia (RI) Hariko Wibowo Satria menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencetak anak-anak yang gesit dan berprestasi seperti bintang muda Spanyol dan Barcelona, Lamine Yamal.
Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari netizen di media sosial.
Hariko Wibowo menyoroti persoalan pola makan anak-anak Indonesia. Ia menyebut masih banyak anak yang memiliki pola makan buruk dan tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“Lebih dari separuh anak-anak kita ini pola makannya buruk 56 persen. Hampir 41 persen anak-anak ini tidak sarapan ke sekolah. Kemudian stunting,” kata Hariko, dikutip Senin (28/9/2026).
Menurut Hariko, persoalan asupan gizi berkaitan dengan upaya membangun generasi unggul.
Ia kemudian mengambil contoh perkembangan sepak bola Spanyol yang mampu melahirkan pemain muda seperti Lamine Yamal.
“Kaya sepak bola itu yah. Kita lihat Spanyol saat juara Piala Dunia, mencari pesepak bola seperti Lamine Yamal yang gesit seperti itu, rada kesusahan kita. Makanya kita ada makan gizi gratis (MBG),” jelasnya.
Pernyataan tersebut justru menjadi perhatian netizen. Sejumlah pengguna media sosial menanggapi perbandingan Lamine Yamal dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan nada bercanda hingga kritis.
Salah satu komentar bahkan menyinggung kemungkinan Yamal mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Takut nanti Yamal keracunan kalau makan MBG,” tulis seorang netizen.
Komentar lain menyoroti persoalan kualitas makanan.
“Yamal nggak makan makanan/sarapan yang udah basi, Pak. Di sini udah tahu basi malah dikasihkan ke anak-anak,” tulis akun lainnya.
Ada pula netizen yang mempertanyakan hubungan antara pemberian makanan bergizi dengan lahirnya pemain sepak bola kelas dunia.
“Kenapa nggak sekalian bilang MBG bisa bikin anak jadi superhero,” tulis seorang pengguna.
Sebagian komentar lainnya memilih membandingkan persoalan pembinaan sepak bola.
Salah satu netizen menulis, “Ngomong gini minimal timnas dan liga kita di atas timnas dan liga Jepang, Pak.”
Lamine Yamal sendiri dikenal sebagai salah satu pemain muda penting Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Lamine Yamal tidak hanya mengandalkan bakat dan latihan untuk menjaga performanya di lapangan.
Penyerang muda Barcelona itu juga menjalani pola makan yang semakin teratur sebagai bagian dari kehidupan profesionalnya sebagai pesepak bola.