KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB
KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus
Demo 27 Agustus 2026. (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Komisi Pencari Fakta menyerahkan laporan investigasi demonstrasi 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto.
  • LBH Jakarta dan mitra mendesak pembentukan TGPF independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat kepolisian.
  • Presiden diminta memastikan penegakan hukum transparan serta memproses tegas anggota yang melanggar aturan.

Suara.com - Komisi Pencari Fakta (KPF) memberikan sejumlah rekomendasi untuk Presiden Prabowo Subianto berdasarkan hasil temuan mereka "Negara dalam Pusaran Kekerasan: Laporan Investigasi Mobilisasi Represi dalam Demonstrasi 27 Agustus 2026.

KPF yang terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memberikan empat rekomendasi kepada presiden terhadap hasil temuan.

Pertama, KPF mendesak presiden membentuk atau memastikan terbentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen atas dugaan pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM.

"Terutama untuk mengungkap dugaan keterlibatan anggota Polri dalam tindakan kekerasan tersebut, termasuk anggota non-berseragam," tulis KPF dalam laporannya, Rabu (30/9/2026).

Kedua, KPF meminta presiden memastikan seluruh proses penyelidikan, penyidikan, dan mekanisme pertanggungjawaban hukum berlangsung secara independen, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.

"Khususnya apabila terdapat dugaan keterlibatan aparat negara. Menjamin hak korban dan keluarga korban atas kebenaran informasi terkait perkembangan hasil penyelidikan pro yustisia yang berjalan," tulis KPF.

Ketiga, KPF mendesak presiden untuk menginstruksikan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memastikan setiap anggota yang diduga melakukan kekerasan diproses melalui mekanisme pidana dan/atau etik tanpa perlakuan khusus berdasarkan status atau kedudukannya sebagai aparat negara. 

"Upaya melindungi pelaku dari institusi Polri merupakan bentuk dari pelanggengan impunitas dan diskriminasi penegakan hukum," tulis KPF.

Keempat, KPF meminta presiden menginstruksikan seluruh pejabat dan lembaga negara untuk tidak melakukan kerja sama, mobilisasi, atau pembiaran terhadap kelompok masyarakat yang digunakan untuk menghadapi atau membatasi penggunaan hak-hak sipil secara tidak sah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:11 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

×