- Pemerintah Malaysia belum menerima tanggapan resmi dari Indonesia mengenai tawaran bantuan pemadaman kebakaran hutan.
- Tawaran bantuan dibahas setelah pertemuan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi dengan Presiden Prabowo Subianto.
- Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia memastikan ajang Bahrain Grand Prix tetap dilanjutkan tanggal 2 hingga 4 Oktober.
Suara.com - Pemerintah Malaysia masih menunggu tanggapan resmi Indonesia terkait tawaran bantuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menegaskan belum menerima balasan atas nota diplomatik yang telah dikirimkan.
Juru Bicara Pemerintah Persatuan Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan tawaran bantuan tersebut sebelumnya dibahas setelah Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 18 September lalu.
"Untuk saat ini, Wisma Putra belum menerima tanggapan atas nota yang telah dikirimkan kepada pihak Indonesia," kata Fahmi dalam konferensi pers setelah rapat Kabinet Malaysia, Rabu (30/9/2026) seperti dinukil dari Berita Harian.
Menurut Fahmi, pemerintah Malaysia masih menempuh jalur resmi dalam menyampaikan tawaran tersebut. Komunikasi langsung antara pimpinan kedua negara juga tetap dilakukan.
![Kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/30/70412-kabut-asap-palangka-raya-kabut-asap-di-palangka-raya.jpg)
"Jadi, kami masih mengikuti jalur resmi dan juga pembahasan secara langsung antara para pimpinan utama," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Prabowo, Ahmad Zahid turut membahas kemungkinan penggunaan aset Malaysia untuk membantu memadamkan kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Tawaran tersebut muncul di tengah perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kondisi udara di kawasan Asia Tenggara.
Kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perkembangan kabut asap regional.
Di sisi lain, pemerintah Malaysia juga mulai memantau dampak kabut asap terhadap sejumlah kegiatan besar yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Fahmi mengatakan keputusan terkait penyelenggaraan acara besar pada akhir pekan ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS).
Tiga agenda besar dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober, yakni Le Tour de Langkawi, Bahrain Grand Prix, dan Standard Chartered Marathon.
"Untuk pihak pemerintah yang mengelola F1, KBS menyatakan acara tersebut akan tetap dilanjutkan. Belum ada pemberitahuan sebaliknya," kata Fahmi.
Bahrain Grand Prix 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang (SIC) pada 2-4 Oktober.
Ajang tersebut dipindahkan dari jadwal awal di Bahrain pada April setelah mengalami penundaan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat.
Sirkuit Internasional Sepang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Formula 1 Malaysia sejak 1999 hingga 2017.
Balapan F1 Malaysia kemudian tidak lagi masuk kalender setelah meningkatnya biaya penyelenggaraan dan biaya lisensi.