- Komisi III DPR RI secara aklamasi menyepakati Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026.
- Keputusan tersebut diambil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, setelah Suyudi menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan.
- Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mempercayai Suyudi Ario Seto untuk memimpin Badan Narkotika Nasional sebelum dicalonkan menjadi Kapolri.
Suara.com - Komisi III DPR RI secara aklamasi menyepakati Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Keputusan tersebut diambil setelah Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026), sebelum hasilnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR.
Suyudi sebelumnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Di tengah prosesnya menuju kursi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, rekam jejak keluarganya juga menjadi perhatian, terutama sosok sang mertua yang pernah jadi anak buah Presiden Megawati Soekarnoputri.
Suyudi Ario Seto diketahui menikah dengan Dewi Yuali yang merupakan anak perempuan dari Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi.
![Suyudi Ario Seto diketahui menikah dengan Dewi Yuali yang merupakan anak perempuan dari Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi. [Arsip BNN]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/01/41116-nurfaizi-suwandi.jpg)
Nurfaizi merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri yang memiliki perjalanan panjang di institusi kepolisian.
Nurfaizi pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Metro Jaya, dan Kabareskrim Polri.
Pada periode 2001–2003 era Presiden Megawati Soekarnoputri, Nurfaizi diangkat jadi Kepala Pelaksana Harian BNN, ia menggantikan Da'i Bachtiar.
Pernah Menjadi Kapolda Metro Jaya
Sebelum memasuki masa purnatugas, Nurfaizi menjalani karier panjang di kepolisian.
Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah Kapolda Metro Jaya, jabatan strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan wilayah ibu kota.
Salah satu kasus besar yang ditangani oleh mertua Suyudi Ario Seto ini ialah Bom di rumah Duta Besar Filipina pada 2000.
Saat Nurfaizi jadi Kapolda juga terjadi Bom Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada September 2000.
Yang tak kalah menarik, dari arsip pemberitaan Tempo juga disebutkan Nurfaizi sempat ditemui oleh anak presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy di Polda Metro Jaya.
Arsip Tempo mencatat bahwa Tommy datang menghadap Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nurfaizi setelah namanya dikaitkan dengan kasus ledakan BEJ.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Kabareskrim Polri. Jabatan tersebut menempatkannya di posisi penting dalam penanganan berbagai perkara pidana dan penegakan hukum di tingkat nasional.
Beralih ke Dunia Diplomasi
Setelah mengakhiri kariernya di kepolisian, Nurfaizi tidak berhenti dalam pengabdian di sektor pemerintahan.
Ia kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Nurfaizi menjalankan tugas sebagai duta besar pada periode 2012–2016.
Sejumlah pemberitaan juga mencatat kiprahnya dalam mendorong hubungan Indonesia-Mesir, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan.
Setelah pensiun, Nurfaizi masih menjalankan sejumlah aktivitas profesional.
Pada 2026, ia diberitakan dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX).
Di sisi akademik, Nurfaizi juga memiliki gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret. Penelitiannya berkaitan dengan perilaku migrasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.