- Pengusaha Jusuf Hamka bersama sejumlah tokoh nasional hadir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (2/10).
- Kehadiran para tokoh tersebut memenuhi undangan agenda pelantikan jajaran Dewan Pertimbangan Presiden oleh Presiden Prabowo Subianto pukul 15.00 WIB.
- Daftar anggota lembaga pertimbangan meliputi Jusuf Hamka, Pratikno, Hatta Rajasa, Chairul Tandjung, Budi Gunawan, serta beberapa tokoh lainnya.
Suara.com - Pengusaha nasional Jusuf Hamka tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10). Kehadirannya berkaitan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara pada pukul 15.00 WIB.
Masuknya nama Jusuf Hamka ke dalam radar penasihat presiden diperkuat dengan kehadirannya di lokasi bersama sejumlah tokoh nasional lain.
Selain Jusuf Hamka, pengusaha Dato Sri Tahir hingga Budi Gunawan juga telah tiba di Istana menjelang prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Sebelum kedatangan Jusuf Hamka, Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah tiba terlebih dahulu sekitar pukul 13.55 WIB.
Pratikno mengonfirmasi perihal agenda pelantikan anggota Wantimpres tersebut.
"Iya ini saya diundang untuk pelantikan apa Watimpres ya," kata Pratikno kepada wartawan.
Pratikno mengungkapkan komunikasi mengenai tawaran penugasan di lembaga pertimbangan presiden ini sudah berlangsung sebelum hari pelantikan.
"Ya prosesnya sudah cukup lama beberapa kali disampaikan," katanya.
Selain figur pengusaha dan mantan menteri, sejumlah purnawirawan militer serta tokoh publik turut merapat ke lokasi, di antaranya Letjen (purn) Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuncoro Wijaya, dan Jusuf Wanandi.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anggota lembaga pertimbangan ini masih berpotensi bertambah. Berikut daftar tokoh yang masuk dalam jajaran Wantimpres:
- Jusuf Hamka
- Pratikno
- Hatta Rajasa
- Chairul Tandjung
- Budi Gunawan
- Djamari Chaniago
- Jusuf Wanandi
- Agum Gumelar
- Letjen (purn) Ida Bagus Purwalaksana
- Philip Kuncoro Wijaya