- Ibu Ummi berusia 56 tahun yang berjualan ketoprak di Gandaria Utara sejak 2022.
- Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris gratis dan mulai mempraktikkannya kepada pembeli sejak dua minggu lalu.
- Dampak dari penggunaan bahasa Inggris tersebut membuat dagangan ketoprak miliknya menjadi lebih ramai.
Ummi mengatakan ada sejumlah kalimat sederhana yang biasa digunakannya ketika melayani pembeli.
Mulai dari menawarkan bantuan, menanyakan pesanan, hingga menawarkan pilihan tingkat kepedasan dan pelengkap ketoprak.
"Paling, can I help you, sir? How many packs do you ketoprak, spicy or medium spicy, do you like crackers, do you like bean sprouts, atau do you like rice cake," kata Ummi.
Menurut Ummi, respons pembeli terhadap penggunaan bahasa Inggris tersebut cukup beragam.
Sebagian pembeli ikut melayani percakapan dalam bahasa Inggris, sementara lainnya hanya tertawa ketika mendengar dirinya menawarkan ketoprak dengan bahasa tersebut.
"Ya ketawa aja, ada yang ladenin ada yang enggak itu aja sih saya," katanya.
Meski tujuan awalnya untuk berlatih bahasa Inggris, Ummi menyebut penggunaan bahasa tersebut juga membuat dagangannya belakangan terasa lebih ramai.
"Ya alhamdulillah untuk sementara ini agak rame ya, penjualan ketoprak ini, ada peningkatan lah," ujarnya.
Selain untuk menunjang kemampuan berjualan, Ummi mengaku senang mengikuti program tersebut karena bisa berkumpul bersama warga.
Ia juga melihat pelatihan gratis itu sebagai kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.
"Ya senang sih saya, karena kita bisa kumpul. Terus kenapa saya nggak coba gitu kan, ada pelatihan segala, pelatihan itu kan gratis gitu. Saya manfaatkan lah, satu untuk menunjang juga jualan saya gitu," tuturnya.
Ummi berharap usaha ketoprak yang telah dijalaninya selama empat tahun tersebut dapat semakin berkembang.
Di sisi lain, ia juga ingin kemampuan bahasa Inggrisnya semakin lancar dengan terus mempraktikkannya saat melayani pembeli.
"Satu sih harapan saya ketoprak saya makin laris makin maju, terus saya juga bisa lancar speak bahasa Inggrisnya," pungkas Ummi.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini