- Grand Prix F1 Bahrain 2026 di Sepang International Circuit Malaysia dimulai pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Penonton mengeluhkan antrean shuttle bus hingga berjam-jam dan harus berjalan kaki karena sistem transportasi kacau.
- Rapid KL sebelumnya telah mengerahkan 95 unit bus gratis untuk melayani penonton di berbagai titik.
Suara.com - Antusiasme penggemar Formula 1 menyambut kembalinya balapan ke Sepang International Circuit (SIC), Malaysia, berubah menjadi keluhan pada hari pertama penyelenggaraan.
Sejumlah penonton mengaku harus menunggu shuttle bus selama berjam-jam setelah rangkaian kegiatan di sirkuit berakhir.
Grand Prix Formula 1 Gulf Air Bahrain 2026 di Sepang dimulai pada Jumat (2/10/2026). Ajang tersebut menarik banyak penggemar motorsport dari Malaysia maupun mancanegara.
Namun, setelah race di sirkuit selesai, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan besar di area pemberhentian shuttle bus.
Penonton terlihat mengantre panjang untuk meninggalkan kawasan SIC.
Beberapa pengunjung bahkan mengklaim harus menunggu hingga empat jam sebelum mendapatkan bus.
Antre dari Sore hingga Malam
Seorang pengguna Threads mengaku mulai mengantre sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Ia baru berhasil naik shuttle bus sekitar pukul 21.00.
Pengguna tersebut mempertanyakan kesiapan sistem transportasi dalam melayani jumlah penonton yang besar.
Ia juga khawatir situasi akan semakin kacau pada hari-hari berikutnya.
“Kami datang ke sini untuk F1, bukan untuk menghabiskan sebagian besar malam dengan menunggu bus,” tulisnya.
Video lain memperlihatkan panjangnya antrean shuttle bus.
Sejumlah penonton bahkan disebut tetap mengantre ketika hujan turun.
Ada pula pengunjung yang memilih berjalan kaki setelah menyerah menunggu kendaraan.
Salah satu pengguna media sosial mengklaim sejumlah orang berjalan sekitar 9 kilometer menuju Mitsui Outlet Park.
Situasi tersebut bahkan digambarkan seorang pengguna Threads seperti adegan film zombie.
Dalam video yang dibagikan, kerumunan penonton tampak memenuhi area sekitar shuttle bus.
Penonton Baru Tiba di KLIA2 Berjam-jam Kemudian
Keluhan serupa disampaikan penonton lainnya.
Salah satu pengguna mengaku meninggalkan SIC sekitar pukul 17.45, tetapi baru berhasil naik bus sekitar pukul 21.00.
Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu situasi transportasi paling kacau yang pernah dialaminya.
Penonton itu juga mengeluhkan minimnya papan petunjuk untuk mengarahkan pengunjung ketika meninggalkan sirkuit.
Pengunjung lain mengaku meninggalkan SIC sekitar pukul 19.00 dan baru tiba di KLIA2 sekitar pukul 21.30.
Setelah sampai, ia masih harus menunggu layanan kereta Express Rail Link (ERL).
Artinya, perjalanan dari kawasan Sepang menuju KLIA2 telah menghabiskan waktu lebih dari tiga jam.
Pengguna tersebut kemudian mengabarkan baru tiba di rumah sekitar tengah malam.
95 Shuttle Bus Disediakan
Sebelumnya, Rapid KL menyediakan layanan shuttle bus khusus secara gratis pada 2-4 Oktober bagi penonton yang menuju Sepang International Circuit.
Sebanyak 95 bus dikerahkan melalui kerja sama dengan pihak SIC.
Bus tersebut melayani sejumlah titik, termasuk terminal bus KLIA Terminal 2, Mitsui KLIA, De-Village, dan Persiaran Millenia 2 di Bandar Baru Enstek.
Meski demikian, laporan mengenai antrean panjang menunjukkan tingginya jumlah penonton memberikan tantangan besar terhadap sistem transportasi yang disiapkan.