-
Ledakan ruko Nasi Tempong Sri Dewi Surabaya merusakkan 58 bangunan dan delapan kendaraan.
-
Lima warga mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan medis di RSUD dr Soetomo.
-
BPBD Surabaya fokus menyediakan bantuan logistik dan membersihkan puing-puing material sisa ledakan.
Suara.com - Insiden ledakan dahsyat di depot Nasi Tempong Sri Dewi San Antonio Pakuwon City merusak puluhan bangunan dan kendaraan serta memicu luka bakar pada sejumlah warga. Peristiwa guncangan hebat pada Selasa (6/10/2026) di kawasan Mulyorejo ini langsung memicu penanganan darurat dari otoritas penanggulangan bencana kota.
Gelombang tekanan ledakan menghancurkan area komersial dan pemukiman warga sekitar dalam sekejap. Tim evakuasi memfokuskan tindakan pada pembersihan material bangkai bangunan sekaligus pemenuhan bantuan logistik bagi para korban terdampak.
Kerusakan fungsional meluas hingga puluhan ruko bisnis dan belasan hunian di belakang lokasi utama. Penilaian teknis di lapangan mengelompokkan tingkat kehancuran struktur mulai dari kategori ringan hingga roboh total.
![Ledakan yang mengguncang kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, tidak hanya menyebabkan lima orang terluka dan merusak puluhan bangunan. Dentuman keras tersebut juga menghantam kendaraan yang berada di sekitar lokasi. [Suara.com/Dimas Angga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/70160-ledakan-pakuwon-city-surabaya.jpg)
“Ada 42 ruko dan delapan kendaraan yang rusak. Juga lima korban luka bakar yang saat megenai perawatan di RS dr Soetomo,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya Linda Novanti, dikutip dari BeritaJatim.
Inventarisasi mendetail memetakan tingkat keparahan ruko yang menghantam unit-unit usaha di deretan kompleks tersebut. Sebagian besar bangunan komersial mengalami kerusakan tingkat menengah pada bagian fasad dan interior.
“10 ruko mengalami kerusakan ringan, 28 ruko rusak sedang, dan empat ruko rusak berat,” paparnya.
Dampak rambatan tidak hanya merusak zona pertokoan, tetapi juga menjangkau deretan rumah warga di balik pusat ledakan. Pemukiman warga di area belakang depot turut terdampak serpihan dan gelombang kejut.
“13 rumah rusak ringan. Dua mengalami kerusakan sedang dan satu sisanya rusak berat,” jelasnya.
Akumulasi bangunan terdampak secara keseluruhan mencapai puluhan unit struktur fisik terdata. Angka ini menggabungkan seluruh deretan pertokoan dan fasilitas hunian yang berada pada radius paparan ledakan.
Petugas penanganan bencana memastikan seluruh korban luka bakar telah mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit rujukan. Lima warga dari berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya teridentifikasi menderita cedera paparan panas pada tubuh mereka.
Eky (27), warga Sedati, mengalami luka bakar di lengan kanan dan kiri. Windi Pratama (30), warga Ploso, mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan kanan.
Kholifa (27), warga Nginden, mengalami luka bakar di bagian siku dan rambut serta robek di lutut kanan. Moch Syofyan (19), warga Wonokusumo, mengalami luka bakar di bagian kening.
Liutami Matul Khoiriyah (23), warga Kenjeran, mengalami luka bakar di area wajah, leher, kedua tangan, dan paha.
“Saat ini lima korban masih terus mendapatkan perawatan di RSUD dr Soetomo. Sementara ini kami masih fokus untuk menyediakan logistik dan pembersihan puing-puing sisa ledakan,” terangnya.
Peristiwa ini bermula dari ledakan di ruko tempat usaha Nasi Tempong Sri Dewi yang berlokasi di kawasan San Antonio Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya. Insiden pada Selasa (6/10/2026) tersebut memicu kerusakan beruntun pada deretan ruko, rumah warga di area belakang, hingga deretan kendaraan yang terparkir.