Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

Galih Prasetyo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB
Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla
Ilustrasi kebakaran lahan dengan kepulan asap pekat. (Pexels/Tim Mossholder)
baca 10 detik
  • Pemerintah Malaysia menyiapkan aset dan personel untuk membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap.
  • Hingga tujuh Oktober dua ribu dua puluh enam, Malaysia masih menunggu persetujuan resmi dari Indonesia.
  • Malaysia juga memantau kualitas udara dan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan akibat kabut asap.

Suara.com - Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang disebut menjadi salah satu penyebab kabut asap lintas batas.

Namun, hingga Rabu (7/10/2026), Malaysia mengaku masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah Indonesia untuk mengerahkan bantuan tersebut.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan negaranya telah menyiapkan aset, tenaga ahli, serta personel untuk membantu penanganan kebakaran.

"Malaysia sudah siap dari segi aset, kepakaran dan juga tenaga manusia. Kami siap membantu," kata Arthur seperti dinukil dari Kosmo.

Menurut Arthur, pemerintah Malaysia sebelumnya telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Lingkungan Hidup Indonesia terkait tawaran bantuan untuk menangani kebakaran yang berkontribusi terhadap kabut asap lintas batas.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]

Tawaran tersebut kemudian ditindaklanjuti Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi melalui kunjungannya ke Indonesia pada 18 September lalu.

Dalam kunjungan itu, Ahmad Zahid bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Menurut Arthur, pertemuan tersebut menghasilkan persetujuan untuk melanjutkan koordinasi bantuan.

"Dan kita sudah mendapatkan persetujuan. Sekarang kita sedang menyelaraskan prosedur melalui Kementerian Luar Negeri negara kita dengan badan dan Kementerian Luar Negeri dari pihak Indonesia," ujarnya.

baca juga

Arthur menegaskan Malaysia siap mengerahkan bantuan, termasuk personel ahli dan aset terkait, setelah seluruh prosedur antara kedua negara diselesaikan.

Di sisi lain, Arthur mengatakan Malaysia memiliki Rencana Tindakan Kabut Asap yang mengatur prosedur operasi standar berdasarkan tingkat Indeks Pencemaran Udara (IPU).

Prosedur tersebut mencakup kondisi ketika indeks pencemaran udara melewati angka 100 hingga lebih dari 200. Pemantauan juga ditingkatkan menyusul kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

Malaysia saat ini memiliki sekitar 68 stasiun pemantauan kualitas udara yang memberikan data setiap jam.

"Hasil pemantauan akan kami informasikan kepada badan-badan terkait seperti Nadma, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan," kata Arthur.

Arthur juga mengimbau masyarakat Malaysia untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap memburuk.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah karena lebih rentan terhadap dampak buruk polusi udara.

"Kalau bisa, hindari aktivitas di luar. Kurangi aktivitas di luar bagi mereka yang mungkin memiliki daya tahan tubuh cukup rendah," ujarnya.

"Kalau bisa jangan keluar sama sekali, gunakan masker dan banyak minum air," sambung Arthur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Lahan ke Negara

Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Lahan ke Negara

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Media Asing Soroti Nasib Gibran Jelang Putusan MK Malam Ini: Risiko Politik bagi Prabowo

Media Asing Soroti Nasib Gibran Jelang Putusan MK Malam Ini: Risiko Politik bagi Prabowo

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Terkini

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Art Jakarta 2026: Perluas Cakupan, Beri Kesan Tersendiri di Kancah Seni Rupa Indonesia

Art Jakarta 2026: Perluas Cakupan, Beri Kesan Tersendiri di Kancah Seni Rupa Indonesia

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

SEC dan CFTC Resmi Rilis Aturan Baru Kripto, Pertanda Institutional Masuk Besar-besaran?

SEC dan CFTC Resmi Rilis Aturan Baru Kripto, Pertanda Institutional Masuk Besar-besaran?

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Rumah di Matraman yang Tewaskan 2 Orang

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Rumah di Matraman yang Tewaskan 2 Orang

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kia Carens Siap Masuki Era Mobil Listrik di Indonesia

Kia Carens Siap Masuki Era Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Review Streaming: Ketika Mengejar Jumlah Views Membawa Kita Terlalu Jauh

Review Streaming: Ketika Mengejar Jumlah Views Membawa Kita Terlalu Jauh

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:46 WIB

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×