- Pekerja laboratorium bernama Daria Shipilova meninggal di Shelekhov akibat pneumonia dengan penyebab yang belum pasti.
- Pemerintah Rusia melaporkan kepada WHO bahwa tidak ada kasus positif pes di wilayah Irkutsk.
- Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan risiko penyebaran penyakit tersebut ke wilayah Eropa berada pada tingkat sangat rendah.
Suara.com - Kematian seorang pekerja laboratorium di Siberia memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan kasus pes paru di Rusia.
Namun, hingga kini belum ada bukti resmi yang memastikan perempuan tersebut meninggal akibat infeksi bakteri Yersinia pestis.
Korban bernama Daria Shipilova bekerja di Institut Penelitian Antipes Siberia dan Timur Jauh di Irkutsk.
Daria meninggal di sebuah rumah sakit di Shelekhov setelah mengalami pneumonia dengan penyebab yang hingga kini belum diketahui secara pasti.
Kasus ini menjadi perhatian karena tempat kerja korban merupakan fasilitas yang secara khusus meneliti penyakit pes.
Otoritas Rusia juga sempat melakukan karantina terhadap rumah sakit tempat korban dirawat dan memantau orang-orang yang pernah melakukan kontak dengannya.
![Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru? [MundoEConflicto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/08/83563-otoritas-kesehatan-rusia.jpg)
Rusia Laporkan Nihil Kasus Pes kepada WHO
Kekhawatiran mengenai pes paru meningkat setelah sejumlah media melaporkan dugaan infeksi pada pekerja laboratorium tersebut.
Namun, pemerintah Rusia pada Selasa melaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sejauh ini tidak ditemukan kasus positif pes di Irkutsk.
Rusia menegaskan belum menemukan bukti bahwa penyakit korban disebabkan patogen yang berkaitan dengan aktivitasnya di laboratorium.
Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengatakan tidak ada pekerja lain di institut tersebut yang membutuhkan perawatan medis sejak kematian korban. Otoritas juga menyebut karantina terhadap sebagian orang yang menjalani pemeriksaan telah dicabut.
Hampir 200 Orang Sempat Dipantau
Sebelumnya, media Rusia melaporkan hampir 200 orang yang pernah melakukan kontak dengan korban berada dalam pengawasan medis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan sembari otoritas memastikan penyebab kematian dan kemungkinan paparan penyakit.
Pemeriksaan terhadap kontak korban menjadi penting karena pes paru memiliki masa inkubasi yang singkat dan dapat berkembang dengan cepat.
Namun, sejauh ini tidak ada laporan resmi mengenai kasus positif baru di lingkungan institut tersebut.
Otoritas kesehatan Rusia juga melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas penelitian.
Hasil pemeriksaan dilaporkan tidak menemukan kondisi darurat yang berkaitan dengan penyebaran patogen berbahaya.
WHO Sebut Risiko di Eropa Sangat Rendah
Situasi tersebut turut dipantau WHO karena adanya kemungkinan penyakit menular yang berpotensi menyebar melalui saluran pernapasan.
Namun, badan kesehatan dunia itu menilai risiko terhadap Eropa saat ini sangat rendah.
Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan penilaian awal berdasarkan informasi yang tersedia menunjukkan tingkat risiko berbeda di sejumlah wilayah.
“Risiko dinilai antara sedang dan rendah di Irkutsk, rendah untuk Rusia secara keseluruhan, dan sangat rendah untuk Eropa,” kata Lindmeier.