- Kementerian Perdagangan mencatat jumlah STPW merek waralaba lokal mencapai 169, melampaui merek asing sebanyak 163 pada Agustus 2026.
- Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka pameran FLEI Business Show ke-27 di Tangerang untuk mempertemukan pemilik merek dan calon mitra.
- Peningkatan kedai kopi lokal turut mendongkrak permintaan biji kopi nasional serta memperkuat posisi petani dan pengolah di dalam negeri.
Suara.com - Industri waralaba lokal mulai melampaui merek asing dari sisi jumlah pendaftaran. Kementerian Perdagangan mencatat, hingga Agustus 2026, jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk merek lokal mencapai 169, sedangkan merek asing tercatat sebanyak 163.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Pemerintah pun mendorong pelaku usaha lokal memperkuat standar bisnis agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
"Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global," ujar Budi.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka FLEI Business Show ke-27 dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) ke-9 di NICE PIK 2, Tangerang, Jumat (9/10/2026). Menurut Budi, pameran bisnis dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra usaha.
Peningkatan jumlah pendaftaran waralaba lokal menunjukkan perubahan dibandingkan satu dekade lalu. Saat itu, porsi merek waralaba asing masih mencapai sekitar 70 persen.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita G. Supit, mengatakan perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap merek dalam negeri.
"Brand waralaba lokal kini telah sejajar, bahkan mulai melampaui brand asing dari sisi jumlah pendaftaran. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap brand dalam negeri terus meningkat," kata Levita.
Meski demikian, Levita mengingatkan calon mitra agar tidak hanya mempertimbangkan popularitas merek sebelum berinvestasi. Calon mitra perlu membandingkan peluang usaha dan memastikan merek yang dipilih telah terdaftar secara resmi.
FLEI Buka Peluang Ekspansi Waralaba Indonesia
Untuk mendorong pertumbuhan industri, FLEI menghadirkan International Business Summit yang mempertemukan pelaku usaha dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
Pameran ini juga menyediakan program Business Matching untuk mempertemukan pemilik merek, investor, dan calon mitra. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama sekaligus membantu merek lokal memperluas jangkauan ke pasar regional.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia, Juan Permata Adoe, menilai merek Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di pasar luar negeri, terutama pada sektor kuliner dan kopi.
"Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut," ujar Juan.
Industri Kopi Ikut Menopang Peluang Bisnis
Selain waralaba, Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) menjadi wadah bagi pelaku usaha kafe dan restoran untuk menjajaki kerja sama dengan pemasok bahan baku, penyedia peralatan, serta penyedia solusi operasional.
Potensi sektor ini turut didukung oleh konsumsi kopi domestik. Laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan konsumsi kopi Indonesia pada tahun pemasaran 2024/2025 mencapai 4,8 juta karung berukuran 60 kilogram, meningkat dari 4,45 juta karung pada 2020/2021.
Ketua Umum DPP Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Irsan Yumeno, mengatakan pertumbuhan kedai kopi dapat meningkatkan permintaan biji kopi lokal sekaligus membuka peluang bagi petani dan pengolah kopi dalam negeri.
"Pertumbuhan jumlah kedai kopi berdampak langsung pada permintaan biji kopi dalam negeri, yang pada akhirnya menguatkan petani dan roaster lokal. Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu," tutur Irsan.
FLEI Business Show dan CBE berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, bersamaan dengan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) edisi ke-2. Ketiga pameran tersebut menghadirkan peluang bisnis dari berbagai sektor, mulai dari waralaba dan industri kuliner hingga layanan perjalanan dan kegiatan perusahaan.