- Kombes Ferli Hidayat resmi diangkat menjadi Koorspripim Polri pada Juli 2026.
- Ferli Hidayat merupakan alumnus Akpol 2004 serta lulusan Magister Hukum Undip.
- Ia sempat dicopot dari jabatan Kapolres Malang pascatragedi Kanjuruhan.
Suara.com - Di tengah luka sejarah sepak bola Indonesia yang belum sepenuhnya kering, nama Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ferli Hidayat kembali menjadi sorotan publik.
Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ferli Hidayat, perwira menengah Polri ini resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.
Pengukuhan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/1585/VII/KEP./2026 yang diterbitkan pada 31 Juli 2026
Sebelum menduduki posisi definitif ini, Ferli Hidayat sempat mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim Polri.
Posisi Koorspripim sendiri merupakan jabatan yang sangat strategis di lingkaran internal Polri.
Tugas utamanya adalah mengoordinasikan staf pribadi serta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas kedinasan maupun tugas khusus Kapolri dan Wakapolri.
![AKBP Ferli Hidayat. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/04/90979-akbp-ferli-hidayat.jpg)
Profil Ferli Hidayat
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3 September 1982, Ferli Hidayat sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan yang cukup kuat.
Ferli merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 2001 sebelum melanjutkan langkahnya ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 2004.
Tidak hanya fokus pada pendidikan militer dan kepolisian, Ferli juga memperdalam bidang hukum secara akademis. Ia tercatat meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta, menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), hingga merampungkan gelar Magister Hukum di Universitas Diponegoro.
Selama berkarier di institusi kepolisian, Ferli banyak menghabiskan waktu di bidang operasional, lalu lintas, serta manajemen organisasi.
Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, mulai dari perwira pertama di Polda DIY, Kasattar Korbintarsis Akpol, Paur STNK Ditlantas Polda Kaltim, hingga Kasat Lantas Polres Berau.
Kariernya terus meroket hingga ia ditarik ke Mabes Polri sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri, sebelum akhirnya dipercaya memegang komando sebagai Kapolres Malang pada Februari 2022
![Bambang Lesmono, Ayah dari Almarhum Putri Lestari memberikan pernyataan saat peringatan 1.000 hari Tragedi Kanjuruhan di depan Museum Polri, Jakarta, Jumat (27/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/27/88759-peringatan-1000-hari-tragedi-kanjuruhan.jpg)
Jejak Kelam Ferli Hidayat di Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 135 Jiwa
Namun bagi pecinta sepak bola dan keluarga korban, nama Ferli Hidayat selamanya akan lekat dengan salah satu babak paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia, Tragedi Kanjuruhan.
Pada 1 Oktober 2022, insiden kelam itu pecah usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Tragedi kemanusiaan tersebut memakan korban jiwa yang luar biasa besar, yakni merenggut nyawa 135 orang serta menyebabkan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka
Saat itu, tekanan publik yang begitu massif memaksa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil tindakan tegas.
Hanya berjarak dua hari setelah insiden berdarah tersebut, tepatnya pada 3 Oktober 2022, Ferli Hidayat resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang dan dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) di SSDM Polri.
Tidak hanya itu, ia bersama belasan personel lainnya sempat dinyatakan melanggar kode etik kepolisian.
Pencopotan ini seharusnya menjadi titik nadir bagi seorang perwira yang gagal mengamankan wilayah hukumnya dari tragedi kemanusiaan sebesar itu.
Karier Mulus Ferli Hidayat di Atas Darah Korban
Namun, hukum rimba birokrasi seolah berbicara lain. Alih-alih diberi sanksi sosial yang setimpal dengan hilangnya ratusan nyawa, karier Ferli Hidayat di kepolisian justru melenggang mulus tanpa hambatan berarti.
Selepas didepak dari Malang dan sempat berlabuh sebagai Perwira Menengah di SSDM Polri, kariernya perlahan terus naik.
Dimulai dari posisi Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim, hingga akhirnya dikukuhkan secara definitif pada penghujung Juli 2026 lalu.
Pengukuhannya tentu menjadi sorotan publik, karena rekam jejaknya sebagai perwira yang gagal mengantisipasi tragedi kemanusiaan, kini justru ditarik masuk ke lingkaran inti pemegang kekuasaan tertinggi Polri.