Rocky Gerung: Gibran Mengundurkan Diri untuk Cegah Amuk Massa

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:08 WIB
Rocky Gerung: Gibran Mengundurkan Diri untuk Cegah Amuk Massa
Pengamat politik dan akademisi kenamaan, Rocky Gerung. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Rocky Gerung menyarankan Wapres Gibran mengundurkan diri untuk meredam potensi kemarahan massa.

  • Pengunduran diri Gibran dinilai penting agar Presiden Prabowo Subianto tidak terseret konflik legitimasi.

  • Putusan MK mengenai syarat pendidikan kini melemparkan tanggung jawab politik langsung ke DPR.

Suara.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah drastis ini dinilai ampuh meredam ledakan kemarahan masyarakat yang terus memuncak akibat polemik ijazah.

Keputusan mundur tersebut juga menjadi benteng utama agar Presiden Prabowo Subianto tidak ikut terseret dalam pusaran kontroversi legimitas pasangan kepemimpinannya. Publik saat ini menuntut kejelasan hukum dan keabsahan kualifikasi pendidikan sang wakil presiden.

Langkah pengunduran diri dinilai menjadi pilihan paling terhormat untuk menyelamatkan stabilitas politik nasional dari ancaman gejolak publik. Evaluasi terhadap kepemimpinan nasional kini berada di titik paling krusial.

Ilustrasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan MBG. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan MBG. [Suara.com/Syahda]

“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” kata Rocky di YouTube Akbar Faizal.

Lembaga pengawal konstitusi dinilai telah menggeser panggung persoalan hukum ini menjadi komoditas politik yang sangat panas. Pembahasan isu kualifikasi pendidikan kini secara otomatis berpindah ke tangan para wakil rakyat di Senayan.

DPR kini memegang kendali penuh untuk menindaklanjuti gelombang keresahan masyarakat setelah putusan resmi dibacakan. Parlemen diharapkan tidak mengabaikan tuntutan publik yang terus mencuat.

Gugatan hukum yang bergulir di Mahkamah Konstitusi pada akhirnya menyerahkan bola panas ini langsung ke gedung dewan. Skenario politik baru kini sedang terbentuk di parlemen.

“Mahkamah menyediakan diri untuk menyeberangkan keresahan publik yang bertahun-tahun ini supaya dia jadi mainan DPR. Jadi dia, dia kirim bom bola panas ke DPR itu,” ujarnya.

Masyarakat diminta tetap menahan diri dan menjaga ketertiban agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan fisik di jalanan. Tekanan politik harus tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

baca juga

Kekecewaan kolektif warga terkait keabsahan dokumen pendidikan keluarga mantan Presiden Jokowi berisiko memicu sanksi sosial yang massif. Amarah publik mengancam keberlangsungan dinasti politik tersebut.

“Kita mesti cegah, jangan sampai kemarahan publik itu yang sudah terakumulasi dari kasus ijazah Pak Jokowi sampai ke ijazah Pak Gibran itu, akumulasi itu membuat orang merasa bahwa ini saatnya hukuman maksimal pada dinasti Jokowi,” jelas Rocky.

Sorotan tajam terhadap kelayakan Gibran tidak boleh dibiarkan mencoreng wibawa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus kritik masyarakat seharusnya hanya tertuju kepada sosok wakil presiden semata.

Kepala negara harus tetap fokus menjalankan roda pemerintahan tanpa terganggu oleh legitimasi pendampingnya yang sedang digugat masyarakat. Kepala negara diimbau tidak memberikan kompromi apa pun.

“Jangan sampai isu ini kemudian dilengketkan pada presiden. Bahwa presiden ternyata pasangannya ilegal. Padahal yang diincar cuman wapresnya tuh,” tegasnya.

Presiden Prabowo disarankan untuk mengambil sikap tenang dan sama sekali tidak terpancing memberikan tanggapan secara terbuka kepada media. Komentar resmi presiden hanya akan membakar suasana yang sudah panas.

“Maka presiden akan susah untuk mengucapkan sesuatu ketika psikologi publik menuntut supaya Pak Presiden dipancing untuk terlibat memberi komentar. Nggak boleh,” tutup Rocky.

Gelombang kontroversi ini bermula dari gugatan masyarakat terkait keabsahan dokumen kualifikasi pendidikan milik Presiden ke-7 Joko Widodo dan wakil presiden terpilih. Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi mengenai syarat pendidikan pejabat negara semakin memperuncing kecurigaan publik hingga memicu desakan pengunduran diri demi menjaga stabilitas keamanan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Santai Cibiran Usai Masuk Istana: Mantan Masih Mantau

Rocky Gerung Santai Cibiran Usai Masuk Istana: Mantan Masih Mantau

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Beda Sikap PKB vs Golkar soal Ijazah Gibran, Bak Langit dan Bumi

Beda Sikap PKB vs Golkar soal Ijazah Gibran, Bak Langit dan Bumi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Terkini

Ditanya Kapan DPR Sikapi Putusan MK soal Gibran, Abduh: Mungkin Tahun Depan

Ditanya Kapan DPR Sikapi Putusan MK soal Gibran, Abduh: Mungkin Tahun Depan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan, BRI Salurkan Ambulans untuk Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten

Perkuat Layanan Kesehatan, BRI Salurkan Ambulans untuk Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Lelah dengan Rutinitas? Coba Tulis 5 Hal Ini di Jurnal Harian untuk Tenangkan Pikiran

Lelah dengan Rutinitas? Coba Tulis 5 Hal Ini di Jurnal Harian untuk Tenangkan Pikiran

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Kenapa Kulkas Baru Tidak Dingin? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Kulkas Baru Tidak Dingin? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Rocky Gerung: Gibran Mengundurkan Diri untuk Cegah Amuk Massa

Rocky Gerung: Gibran Mengundurkan Diri untuk Cegah Amuk Massa

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:08 WIB

1.750 Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Rp5,25 Miliar, Taj Yasin Tekankan Pendampingan

1.750 Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Rp5,25 Miliar, Taj Yasin Tekankan Pendampingan

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Review Viva Sunscreen Foundation, Harga Murah tapi Ampuh Pudarkan Flek Hitam

Review Viva Sunscreen Foundation, Harga Murah tapi Ampuh Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Pramono Kejar Jalan Tembus Kelapa GadingPulo Gadung, Ditargetkan Tuntas 2027

Pramono Kejar Jalan Tembus Kelapa GadingPulo Gadung, Ditargetkan Tuntas 2027

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Pemain Timnas Indonesia Punya Ijazah SMA? Deretan Penggawa Garuda Bergelar S1

Pemain Timnas Indonesia Punya Ijazah SMA? Deretan Penggawa Garuda Bergelar S1

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Akses Kerja Masih Terhalang Tembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Kembali Geruduk Balai Kota

Akses Kerja Masih Terhalang Tembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Kembali Geruduk Balai Kota

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:04 WIB

×