- Kartika bersama suami dan anaknya tinggal di kontrakan padat kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat, sejak Juni 2026.
- Kontrakan tersebut bertarif Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan, sudah termasuk biaya listrik dan air.
- Sebelum mengontrak rumah petak ini, Kartika bersama keluarganya kerap tidur di dalam mobil atau angkot milik suaminya.
Suara.com - Kontrakan dengan tarif Rp15 ribu per hari menjadi pilihan Kartika, warga RT 01, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk tinggal bersama suami dan anaknya.
Dengan tarif tersebut, dia membayar Rp450 ribu per bulan, termasuk biaya air dan listrik.
Kartika mengatakan, dirinya memilih sistem pembayaran harian agar lebih mudah mengatur pengeluaran.
Menurut dia, biaya sewa tersebut masih terjangkau dibandingkan dengan harga kontrakan lain yang diketahuinya.
"Aku harian, biar gampang," kata Kartika kepada Suara.com saat ditemui di kawasan Kampung Bali, Jumaat (9/10/2026).
Selain biaya sewa, fasilitas yang sudah termasuk dalam tarif tersebut menjadi pertimbangan Kartika.
Dia menyebut air dan listrik sudah termasuk dalam pembayaran kontrakan sehingga tidak perlu dikeluarkan secara terpisah.
"Itu kontrakan 15 sama air sih sama listrik, udah bersih," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Suara.com, kawasan rumah petak di Jatibaru, Kampung Bali, terlihat padat dengan bangunan yang berdiri berdekatan.
Sejumlah bangunan menggunakan dinding berbahan triplek dan beratap asbes.
Akses jalan di antara rumah petak juga tampak sempit dan hanya dapat dilalui dua sepeda motor.
Sementara itu, kali di sekitar permukiman terlihat kotor dengan sampah yang dibuang ke aliran air.
Di tengah keterbatasan ruang tersebut, Kartika tinggal bersama suami dan anaknya dalam satu petak.
Dia menjelaskan, bagian dalam kontrakannya berbentuk menyerupai huruf L.
Kartika tidur di bagian yang menjorok, sedangkan suami dan anaknya menempati bagian yang lurus.