- Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Golkar resmi menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
- Kedua partai politik tersebut menyatakan bahwa keputusan mengenai calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo belum ditentukan dan akan dibahas kemudian.
- Survei CELIOS menunjukkan sebanyak 55 persen pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 enggan memilihnya kembali akibat penurunan evaluasi kinerja pemerintah.
Suara.com - Dukungan agar Prabowo Subianto kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 terus bertambah. Sementara yang mendukung Gibran untuk kembali menjadi cawapres masih nihil.
Terbaru, Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menyatakan bakal memberikan dukungan kepada Prabowo untuk kembali berkontestasi dalam ajang pencarian pemimpin nasional tahun 2029.
"PKB 100 persen, bahkan 1000 persen mendukung pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2029," kata Wakil Ketua Umum PKB Faisol Riza, Senin (12/10/2026).
Eksponen aktivis Reformasi 98 yang pernah diculik itu mengatakan, Prabowo layak diberi kesempatan memimpin Indonesia selama dua periode karena banyak programnya berjalan baik.
Ia mengklaim, program seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergisi Gratis, sampai sekolah rakyat tetap berjalan baik meski terdapat banyak kendala.
Riza mengatakan, kesemua program itu hakikatnya adalah hak-hak dasar rakyat yang terealisasi secara bertahap.
"Jadi, kalau PKB mendukung Prabowo kembali menjadi capres, itu bukan tanpa alasan. Sebaliknya, banyak alasan bagi dia memimpin kembali," kata dia.
Sementara soal cawapres, PKB belum menyatakan sikap apakah nantinya bakal mengusulkan Gibran untuk kembali mendampingi Prabowo atau tidak.
Sebelumnya, sudah ada Partai Golkar yang menyatakan bakal mendukung Prabowo kembali menjadi peserta pilpres.
Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengatakan Prabowo tetap diusung sebagai capres oleh partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
"Kami sudah punya calon untuk Pilpres 2029, namanya Pak Prabowo. Kalau cawapresnya, belum ada," kata Doli, Jumat pekan lalu.
Terkait cawapres, Partai Golkar tidak menyatakan secara otomatis bakal mengusulkan Gibran Rakabuming Raka.
Doli menjelasakn, perihal cawapres, akan ditentukan menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPU.
"Kalau cawapres itu biasanya ditentukan menjelang pendaftaran. Lalu, penetapan cawapres kan ujung-ujungnya kewenangan capres. Jadi nanti, karena Prabowo juga saat ini masih bekerja," kata dia.
Dukungan merosot
Ketika partai-partai mulai menyatakan dukungannya terhadap Prabowo untuk kembali menjadi cawapres, dukungan publik terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu justru sedang merosot.
Dalam survei Center of Economic and Law Studies atau CELIOS, sebanyak 55 persen responden yang adalah pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 menyatakan enggan memilih kembali dirinya pada Pilpres 2029.
Direktur CELIOS Bhima Yudistira, dalam acara virtual peluncuran laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, Minggu (11/10), mengatakan persentase pemilih yang konsisten mendukung Prabowo terbilang kecil.
"Hanya 27 persen responden yang menjawab akan kembali memilih Prabowo. Sementara 19 persen sisanya menjawab tidak tahu," kata Bhima.
Kemerosotan persentase pemilih Prabowo itu seiring sejalan dengan penurunan skor evaluasi kinerja pemerintah dalam dua tahun pemerintahan rezim.
Menurut penilaian para ahli, kinerja Prabowo sebagai presiden mendapat skor 2,8 dari skala 10. Sedangkan dari kalangan masyarakat, skornya 4,6 dari skala yang sama.
Pada riset yang menggunakan 1.122 responden ini, diketahui 75 persen di antaranya mengakui stres akibat dampak kebijakan pemerintah.
"Rinciannya, 67 persen responden menyatakan stres karena perilaku serta gaya kepemimpinan Presiden Prabowo.