- CELIOS memaparkan rapor kinerja menteri pada 11 Oktober 2026 secara virtual dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri terbaik.
- Bahlil Lahadalia menduduki peringkat pertama sebagai menteri dengan kinerja terburuk dalam evaluasi tersebut.
- Mayoritas ahli meminta program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan atau dimoratorium.
Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan memaparkan hasil penilaian terhadap kinerja para menteri Kabinet Merah Putih dalam Peluncuran Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran.
Dalam pemaparan tersebut, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam daftar menteri dengan penilaian terbaik. Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyampaikan kalau survei tersebut dilakukan sebelum adanya reshuffle Kementerian Keuangan pada pertengahan September lalu.
Setelah Purbaya, posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Di sisi lain, sejumlah menteri masuk dalam daftar dengan penilaian terburuk. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia disebut menempati posisi teratas dalam kelompok tersebut, disusul Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
"Untuk yang menteri yang terburuk, nomor satu ini sepertinya masih sama seperti tahun lalu, ada Bahlil, Pigai, kemudian Raja Juli Antoni, ini sepertinya terkait dengan masalah karhutla," kata Bhima dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/10/2026).
Selain ketiga nama tersebut, Bhima menyebut sejumlah menteri lain yang masuk dalam daftar dengan penilaian terburuk, yakni Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Pratikno yang sebelumnya sempat menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Kemudian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga disebut dalam kelompok menteri dengan penilaian terburuk.
Selain menilai kinerja para menteri, CELIOS memaparkan hasil survei mengenai capaian program prioritas Kabinet Merah Putih, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Untuk program MBG, sebanyak 50 persen ahli yang disurvei meminta program tersebut dihentikan sepenuhnya. Sementara itu, 37 persen meminta penghentian sementara atau moratorium hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.
"Untuk makan bergizi gratis, persepsi ahli 50 persen minta untuk dihentikan sepenuhnya, 37 persen dihentikan sementara sampai dilakukan evaluasi menyeluruh atau minta dilakukan moratorium," ujar Bhima.
Penilaian negatif juga muncul terhadap program Kopdes Merah Putih. Sebanyak 74 persen ahli menyatakan sangat tidak setuju terhadap program tersebut, sedangkan 66 persen responden dalam penilaian pendapat mengenai Kopdes Merah Putih juga menyatakan tidak setuju.
Bhima menyebut kedua program tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang turut dinilai dalam rapor kinerja Kabinet Merah Putih.