- Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menyatakan karhutla di Indonesia merupakan fenomena alam yang memicu protes Malaysia dan Singapura.
- Ketua Pengimbang DUN Johor Andrew Chen menuntut permohonan maaf karena rakyat Malaysia menderita akibat pencemaran udara.
- Syahganda Nainggolan yang lahir di Medan tahun 1965 memiliki rekam jejak panjang dalam aktivitas politik dan lembaga kajian.
Memasuki era Reformasi, Syahganda menjadi salah satu penggerak Partai Daulat Rakyat (PDR) bersama Adi Sasono.
Ia kemudian mengikuti kontestasi politik dengan menjadi calon anggota legislatif dari Partai Merdeka untuk daerah pemilihan Tangerang.
Perjalanan politiknya berlanjut ketika ia bergabung dengan Partai Golkar. Pada Pemilu 2009, Syahganda tercatat sebagai calon legislatif Partai Golkar untuk daerah pemilihan Jawa Barat V.
Nama Syahganda kembali mencuat pada 2007 ketika ia disebut menjadi bagian dari tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla.
Keterlibatan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan peluangnya memperoleh posisi sebagai komisaris PT Pelindo.
Pada penghujung pemerintahan SBY, Syahganda juga pernah dikaitkan dengan akun Twitter @triomacan2000.
Sejumlah laporan menyebut akun tersebut dikelola bersama beberapa orang, termasuk Abdul Rasyid dan Raden Nuh.
Di luar aktivitas politik praktis, Syahganda membangun ruang untuk mengembangkan gagasan melalui lembaga kajian.
Pada 2010, ia mendirikan Sabang-Merauke Circle, sebuah lembaga yang berfokus pada kajian publik.
Lima tahun kemudian, Syahganda meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI) pada 2015.
Disertasinya berjudul Analisa Pengaruh Jaminan Upah Layak, Jaminan Sosial dan Solidaritas Sosial Terhadap Kesejahteraan Buruh.