Geram dengan Pernyataan Ketua Bakom, Pejabat Malaysia Tuntut Prabowo-Gibran Minta Maaf

Galih Prasetyo

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:07 WIB
Geram dengan Pernyataan Ketua Bakom, Pejabat Malaysia Tuntut Prabowo-Gibran Minta Maaf
Presiden Prabowo (ANTARA/Bayu Pratama S)
baca 10 detik
  • Ketua Pengimbang DUN Johor Andrew Chen mendesak Indonesia meminta maaf atas kabut asap lintas batas pada Senin (12/10/2026).
  • Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengklaim kebakaran hutan disebabkan fenomena alam, bukan murni kesalahan manusia.
  • Dampak pencemaran udara yang memburuk menyebabkan seluruh sekolah di Johor ditutup hingga 16 Oktober 2026.

Suara.com - Ketua Pengimbang Dewan Undangan Negeri (DUN) Johor, Andrew Chen Kah Eng, mendesak Indonesia tidak menganggap remeh persoalan kabut asap lintas batas yang berdampak pada kesehatan masyarakat Malaysia.

Andrew Chen uga meminta pemerintah Indonesia bertanggung jawab dan menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara ASEAN yang terdampak pencemaran udara tersebut.

Andrew menegaskan, hak untuk menghirup udara bersih merupakan hak asasi manusia yang tidak boleh dikompromikan.

Menurut dia, pencemaran udara akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dibiarkan karena mengancam kesehatan masyarakat di negara tetangga.

“Rakyat Malaysia sedang menderita akibat pencemaran ini, tetapi pejabat Anda seolah-olah mempermainkan kesehatan kami. Sikap seperti ini tidak bisa diterima. Kesehatan dan nyawa masyarakat bukan bahan untuk dijadikan lelucon,” kata Andrew dalam pernyataan pada Senin (12/10/2026), seperti dikutip dari Sinar Harian.

Ketua Bakom RI, Syahganda Nainggolan. (Suara.com/Novian)
Ketua Bakom RI, Syahganda Nainggolan. (Suara.com/Novian)

Sebelumnya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom), Syahganda Nainggolan, meminta Malaysia dan Singapura memahami kabut asap lintas batas yang kini melanda sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Syahganda mengeklaim kebakaran tersebut dipicu fenomena alam, bukan semata-mata kesalahan manusia.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara tetangga terhadap pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan.

“Jadi, kami juga meminta semua negara tetangga memahami bahwa hal ini terjadi di luar faktor kesalahan manusia. Ini benar-benar fenomena alam,” kata Syahganda

baca juga

Andrew yang juga merupakan anggota DUN Stulang meminta persoalan kabut asap lintas batas ditangani secara serius dan bertanggung jawab.

Ia menilai perlindungan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Tenggara harus menjadi prioritas.

Namun, Andrew menilai kabut asap yang mengandung partikel halus PM2.5 tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

Partikel tersebut dapat mencemari udara hingga ke negara lain dan menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ASEAN memiliki deklarasi yang mengakui hak atas lingkungan yang bersih, aman, dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Kabut asap yang melanda Johor turut memicu kekhawatiran setelah sejumlah wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) pada kategori tidak sehat.

Pada 7 Oktober 2026, Batu Pahat bahkan mencatat angka IPU di atas 200, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Dampak pencemaran tersebut membuat seluruh sekolah di Johor ditutup pada 8 dan 9 Oktober.

Penutupan kemudian diperpanjang selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Oktober 2026, karena kualitas udara masih mengkhawatirkan.

Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan perkembangan pencemaran udara dan risiko kesehatan bagi para siswa.

Pergerakan angin dari Kalimantan, Indonesia, juga diperkirakan berpotensi membawa kabut asap lintas batas menuju Johor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:34 WIB

PAN Mantap Usung Prabowo di 2029, Demokrat Belum Bicara Pilpres

PAN Mantap Usung Prabowo di 2029, Demokrat Belum Bicara Pilpres

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mees Hilgers Utarakan Penyesalan

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mees Hilgers Utarakan Penyesalan

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Terkini

Cek Aktivitas BIM di Area PT KEL, Satgas PKH: Jika Tanpa Izin Wajib Berhenti!

Cek Aktivitas BIM di Area PT KEL, Satgas PKH: Jika Tanpa Izin Wajib Berhenti!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Daftar Peningkatan Fitur New Xforce ICE Pilihan Relevan Pengendara Perkotaan

Daftar Peningkatan Fitur New Xforce ICE Pilihan Relevan Pengendara Perkotaan

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Belanja Elektronik, Dapat Diskon Langsung Rp300.000 dari BRI

Belanja Elektronik, Dapat Diskon Langsung Rp300.000 dari BRI

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Daerah Sukseskan Swasembada Pangan

Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Daerah Sukseskan Swasembada Pangan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Tak Harus Selalu Upgrade Skill: Kita Juga Butuh Waktu Menjadi Diri Sendiri

Tak Harus Selalu Upgrade Skill: Kita Juga Butuh Waktu Menjadi Diri Sendiri

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, KPAI Soroti Kelalaian Sekolah

Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, KPAI Soroti Kelalaian Sekolah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Beberkan Dampak PSN ke Nelayan dan Petani Perempuan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Rudal Houthi Mengincar Khamis Mushait Sebelum Mampu Menembus Pertahanan Udara Arab Saudi

Rudal Houthi Mengincar Khamis Mushait Sebelum Mampu Menembus Pertahanan Udara Arab Saudi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

×