Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

Muhamad Yasir, Novian Ardiansyah

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB
Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia. [Sekretariat Kabinet]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia belum memastikan penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan.
  • Menko Polkam Dudung Abdurachman membahas penanganan kebakaran bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • DPR sebelumnya mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional akibat parahnya dampak kebakaran hutan.

Suara.com - Pemerintah belum memastikan penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurahman belum memberikan jawaban tegas saat ditanya mengenai kemungkinan penetapan status tersebut.

"Ya nanti kita lihat, ya," kata Dudung setibanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). [Suara.com/Novian]
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). [Suara.com/Novian]

Dudung datang untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto yang membahas penanganan karhutla. Rapat tersebut melibatkan sejumlah pejabat, antara lain Panglima TNI, Kapolri, Kementerian Kehutanan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam rapat itu, Dudung akan melaporkan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Kepulauan Riau. Laporan tersebut mencakup capaian penanganan serta langkah lanjutan yang perlu diprioritaskan.

Dudung juga menyebut pengerahan personel TNI, Polri, dan satuan terkait sejauh ini tidak menghadapi kendala. Namun, luasnya wilayah yang harus ditangani menjadi tantangan dalam pengendalian kebakaran.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah menetapkan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.

Desakan itu disampaikan pada 21 Agustus 2026, menyusul kondisi kebakaran yang dinilai semakin parah dan berdampak pada kesehatan serta perekonomian masyarakat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panggil Menteri hingga Panglima, Prabowo Gelar Rapat Khusus Bahas Karhutla di Istana

Panggil Menteri hingga Panglima, Prabowo Gelar Rapat Khusus Bahas Karhutla di Istana

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Terkini

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

Ikuti Rapat Bareng Prabowo, Dudung Buka Suara Soal Status Bencana Nasional Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

BRI Perkuat Transaksi Digital dan Ekosistem UMKM di MotoGP Mandalika

BRI Perkuat Transaksi Digital dan Ekosistem UMKM di MotoGP Mandalika

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

IHSG Tiba-tiba Ambruk 2,59% ke Level 5.900, GOTO Merosot Tajam

IHSG Tiba-tiba Ambruk 2,59% ke Level 5.900, GOTO Merosot Tajam

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026

BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Kulit Berminyak Bukan Halangan, Ini Rahasia Makeup Tahan Lama dan Bebas Kilap

Kulit Berminyak Bukan Halangan, Ini Rahasia Makeup Tahan Lama dan Bebas Kilap

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:13 WIB

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla

Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Cara Memperbaiki Magic Com yang Bikin Nasi Cepat Kering, Ternyata Ini Penyebabnya!

Cara Memperbaiki Magic Com yang Bikin Nasi Cepat Kering, Ternyata Ini Penyebabnya!

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Kasus Penyerangan Bus Persib, Polisi Sebut Suporter Bawa Batu hingga Senjata Tajam

Kasus Penyerangan Bus Persib, Polisi Sebut Suporter Bawa Batu hingga Senjata Tajam

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:09 WIB

×