Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Cesar Uji Tawakal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB
Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing
Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino di Indonesia memicu kabut asap lintas batas yang menyebabkan sekolah di Malaysia diliburkan.
  • Pemerintah Indonesia menyatakan bencana tersebut merupakan fenomena alam luar kendali serta mencatat lebih dari 170.000 kasus infeksi saluran pernapasan.
  • Sebanyak delapan ekor orangutan di Kalimantan Barat berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan sementara titik api meluas hingga Papua Tengah.

Suara.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu perhatian masyarakat internasional.

Lonjakan titik api yang diperparah oleh fenomena iklim El Nino tidak hanya memicu dampak lingkungan dan kesehatan di dalam negeri, tetapi juga mengirimkan kabut asap pekat ke negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Fenomena tahunan yang kembali berulang ini mendulang sorotan tajam dari berbagai media internasional dengan beragam sudut pandang, mulai dari krisis kesehatan masyarakat, penyelamatan satwa langka, hingga riak diplomasi antarnegara.

Sekolah Libur di Negeri Tetangga dan Ancaman Kesehatan

Media internasional Al Jazeera menyoroti dampak buruk kabut asap lintas batas yang melumpuhkan aktivitas publik di Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan sekolah di Kuala Lumpur, Putrajaya, serta lima negara bagian lainnya yang berdampak pada sekitar dua juta siswa setelah Indeks Pencemar Udara (IPU) menembus angka tidak sehat.

Dikutip dari Al Jazeera, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keprihatinannya secara terbuka atas krisis udara ini.

"Isu kabut asap ini memang berada pada tingkat yang membimbangkan," tegas Anwar Ibrahim sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Selain memicu penutupan sekolah, Al Jazeera juga melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat lebih dari 170.000 kasus infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Pembelaan Pejabat Indonesia Soal Kiriman Oksigen Disorot

Media asal Singapura, Mothership.SG, mengulas sudut pandang dari pihak pemerintah Indonesia terkait krisis kabut asap ini.

baca juga

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini merupakan fenomena alam di luar kendali manusia.

"Kami berharap negara tetangga memahami bahwa ini di luar human error; ini benar-benar fenomena alam," ujar Syahganda Nainggolan kepada media sebagaimana dikutip dari Mothership.SG.

Tidak hanya itu, Syahganda juga mengingatkan kontribusi ekologis hutan Indonesia bagi negara tetangga ketika tidak terjadi kebakaran.

"Kami tidak hanya mengirimkan kabut asap. Saat tidak ada kabut asap, kami mengirimkan oksigen. Oksigen dari Singapura dan Malaysia itu kan berasal dari hutan kami," ungkapnya.

Penyelamatan Orangutan yang Terancam

Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]

Dari sudut pandang konservasi lingkungan, media asal Jepang The Japan Times menyoroti nasib satwa liar endemik yang habitatnya hangus terbakar di Kalimantan Barat.

Sebanyak delapan ekor orangutan yang berhasil diselamatkan dari kobaran api di sekitar kawasan perkebunan akhirnya dilepasliarkan kembali ke Hutan Lindung Batu Nyambu.

CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Karmele Llano Sanchez, menekankan pentingnya tindakan penyelamatan darurat saat habitat asli satwa rusak.

"Perlindungan habitat akan selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan orangutan terus memiliki hutan yang aman untuk ditinggali, namun selama habitat mereka tetap terancam, penyelamatan adalah salah satu opsi terbaik yang dapat kita ambil untuk membantu mereka bertahan hidup," tutur Sanchez sebagaimana dilansir The Japan Times.

The Star Catat Penyebaran Karhutla hingga ke Papua dan Sulawesi

Media asal Malaysia, The Star, menggarisbawahi perluasan sebaran titik api yang kini merambat ke luar enam provinsi prioritas karhutla.

Kebakaran lahan kini dilaporkan terdeteksi di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Papua Tengah, di samping krisis kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) di Ternate.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan upaya teknis yang dilakukan tim gabungan di lapangan.

"Pemerintah daerah juga menggali parit menggunakan alat berat untuk mencegah api menyebar di bawah permukaan lahan gambut," kata Berton Panjaitan dalam pernyataan resmi yang dikutip The Star.

Penanganan di lapangan terus diupayakan meski petugas harus menghadapi kendala angin kencang, asap tebal, serta karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terkini

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit Hijau Meroket 63%, Cabai Merah Tembus Rp132 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Jebakan Phubbing: Ketika Layar HP Mengikis Kehangatan Hubungan Nyata

Jebakan Phubbing: Ketika Layar HP Mengikis Kehangatan Hubungan Nyata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:00 WIB

×