Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB
Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tampak menyelimuti jalanan di Pekanbaru. [Ist]
baca 10 detik
  • Malaysia resmi membawa isu kabut asap Indonesia ke Pertemuan Menlu ASEAN di Filipina.

  • Regulasi baru didesak karena kabut asap belum masuk dalam skema bencana alam ASEAN.

  • Operasi pemadaman udara Indonesia lumpuh total akibat jarak pandang yang sangat buruk.

Suara.com - Malaysia bersiap memperkarakan persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan di Indonesia ke forum Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN bulan depan. Langkah tegas ini diambil untuk mendesak lahirnya aturan kawasan yang jauh lebih efektif dalam menangani krisis saban tahun tersebut.

Pemerintah tetangga menilai penanganan polusi asap selama ini terbentur ketiadaan payung hukum regional yang khusus. ASEAN sampai saat ini hanya mempunyai skema penanggulangan bencana alam, sementara krisis polusi udara akibat pembakaran lahan tidak masuk dalam kategori itu.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menegaskan bahwa koridor penanganan yang ada saat ini belum mampu menyentuh akar masalah. Ia merasa krisis lingkungan ini wajib menjadi agenda utama dalam pertemuan para diplomat kawasan di Manila, Filipina.

"Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam," kata Mohamad Hasan kepada para wartawan, dikutip dari Anadolu.

Pernyataan tersebut disampaikan Mohamad Hasan usai melepas keberangkatan Raja Yordania Raja Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Selangor. Ia berkomitmen membawa isu ini secara langsung tanpa diwakilkan.

"Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan bersama para menlu sejawat," lanjutnya.

Sikap agresif Kuala Lumpur muncul setelah memantau operasi pemadaman api di Indonesia yang menemui jalan buntu. Mohamad Hasan mengaku telah berkontak langsung dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, untuk memantau situasi terkini di lapangan.

Dari perbincangan itu, terungkap bahwa pekatnya polusi udara melumpuhkan total armada pemadaman udara milik Jakarta. Pesawat dan helikopter water bombing tidak bisa mengudara akibat jarak pandang yang menembus batas aman penerbangan.

Ia membeberkan bahwa Indonesia akhirnya mengandalkan puluhan ribu petugas di darat untuk menjangkau titik api. Strategi darat ini menjadi satu-satunya pilihan tersisa di tengah kepungan asap pekat.

baca juga

"Namun, mereka telah mengerahkan 60.000 personel untuk bekerja di jalur darat," tambahnya.

Penanganan karhutla di Indonesia memang menghadapi hambatan geografis yang sangat berat. Sebagian besar titik api membakar lahan gambut di pedalaman yang minim akses air dan sulit dijangkau pasukan darat.

Teknologi modifikasi cuaca melalui semai awan juga tidak bisa dieksekusi di wilayah terdampak. Penyemaian garam terhalang oleh minimnya pembentukan awan Cumulonimbus di langit Sumatera dan Kalimantan.

Meskipun Malaysia mengapresiasi pengerahan puluhan ribu personel darat oleh Jakarta, rasa frustrasi atas dampak polusi yang melintasi batas negara tetap tidak terhindarkan. Publik kawasan terus menjadi korban dampak kesehatan dan ekonomi akibat krisis lingkungan yang berulang.

Pemerintah Malaysia menekankan pentingnya langkah pemadaman yang jauh lebih terukur dan solutif dari pemerintah Indonesia. Desakan ini menjadi latar belakang kuat mengapa krisis udara bersih ini harus segera dibawa ke meja perundingan ASEAN.

Sebelumnya, krisis kabut asap lintas batas selalu menjadi persoalan pelik yang berulang di kawasan Asia Tenggara setiap musim kemarau. Tanpa adanya regulasi ketat yang mengikat antarnegara anggota, penyelesaian masalah ini kerap terhenti pada tataran simpati diplomasi tanpa solusi konkret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Jadi Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan Bikin Emosi Pejabat Malaysia, Begini Rekam Jejaknya

Baru Jadi Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan Bikin Emosi Pejabat Malaysia, Begini Rekam Jejaknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Rayo Berikan Penghargaan untuk Emil Audero, Ultras Bikin Rusuh Bikin Laga Ditangguhkan

Rayo Berikan Penghargaan untuk Emil Audero, Ultras Bikin Rusuh Bikin Laga Ditangguhkan

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:30 WIB

7 Bedak Padat Lokal dengan Efek Blurring untuk Kulit Berminyak Tahan Belasan Jam

7 Bedak Padat Lokal dengan Efek Blurring untuk Kulit Berminyak Tahan Belasan Jam

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Geram Antrean BBM Mengular, Gubernur Lampung Haramkan Truk Masuk Kota: Kasihan Warga

Geram Antrean BBM Mengular, Gubernur Lampung Haramkan Truk Masuk Kota: Kasihan Warga

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Viral Anjing Berkeliaran dan Diduga Serang Kucing di Jagakarsa, Sudin KPKP Beri Peringatan

Viral Anjing Berkeliaran dan Diduga Serang Kucing di Jagakarsa, Sudin KPKP Beri Peringatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Berapa Harga Jam Tangan Eboni Original? Ini Daftar per Serinya

Berapa Harga Jam Tangan Eboni Original? Ini Daftar per Serinya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:17 WIB

×