Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:46 WIB
Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
baca 10 detik
  • Menlu Malaysia dan Indonesia membahas kendala jarak pandang yang melumpuhkan pemadaman udara karhutla.

  • Malaysia bakal mengusulkan mekanisme baru penanganan kabut asap pada Pertemuan Menlu ASEAN.

  • Puluhan ribu personel darat dikerahkan Indonesia untuk memadamkan kebakaran lahan gambut.

Suara.com - Operasi pemadaman kebakaran hutan lewat udara di Indonesia lumpuh total akibat jarak pandang yang sangat buruk di lokasi kebakaran. Kepastian kendala teknis tersebut terungkap usai Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir.

Pekatnya asap membuat puluhan armada udara milik pemerintah Indonesia tidak dapat lepas landas demi keselamatan penerbangan. Malaysia pun mendorong percepatan mekanisme regional baru untuk menangani krisis tahunan ini secara menyeluruh.

Solusi konkret tingkat Asia Tenggara dinilai makin mendesak agar dampak buruk polusi udara tidak terus meluas. Masalah krisis udara ini dipastikan masuk dalam agenda prioritas diplomasi kawasan dalam waktu dekat.

"Indonesia memiliki antara tiga hingga empat pesawat dan 34 helikopter, tetapi armada tersebut tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk sehingga tidak aman untuk penerbangan apa pun di wilayah terdampak," jelas Mohamad Hasan dikutip dari Bernama.

"Namun, mereka telah mengerahkan 60.000 personel untuk bekerja di jalur darat," tambahnya.

Pemerintah Malaysia berencana membawa krisis kabut asap lintas batas ke Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina. Langkah diplomasi ini bertujuan melahirkan kerangka kerja regional yang lebih ampuh dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Mekanisme penanganan bencana yang dimiliki ASEAN saat ini dinilai belum menjangkau krisis polusi udara lintas negara secara spesifik. Oleh karena itu, penetapan regulasi baru menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

"Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam," kata Mohamad Hasan kepada para wartawan.

"Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan bersama para menlu sejawat," lanjutnya.

baca juga

Keterangan resmi tersebut disampaikan usai Menlu Malaysia melepas keberangkatan Raja Yordania Raja Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Selangor.

Selain jarak pandang yang terbatas, petugas di Indonesia menghadapi medan pedalaman yang sangat sulit dijangkau serta minimnya ketersediaan air. Kebakaran di atas lahan gambut juga membuat api terus membara di bawah permukaan tanah.

Teknologi modifikasi cuaca berupa semai awan belum bisa diterapkan di lokasi terdampak. Kondisi atmosfer saat ini masih minim keberadaan awan Cumulonimbus yang dibutuhkan untuk memicu hujan buatan.

Malaysia mengapresiasi kerja keras pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel darat. Meski demikian, langkah penanganan yang lebih efektif tetap diharapkan agar dampak kerugian bagi masyarakat kawasan dapat ditekan.

Isu kabut asap lintas batas telah menjadi tantangan ekologis dan kesehatan yang berulang di Asia Tenggara selama bertahun-tahun. Ketidakterikatan kabut asap dalam kategori bencana alam dalam regulasi ASEAN selama ini kerap membatasi ruang gerak bantuan serta penanganan bersama antarnegara anggota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

Jepang Hentikan Operasi Karhutla, Bantuan Malaysia Disebut Belum Direspon RI

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terkini

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:30 WIB

7 Bedak Padat Lokal dengan Efek Blurring untuk Kulit Berminyak Tahan Belasan Jam

7 Bedak Padat Lokal dengan Efek Blurring untuk Kulit Berminyak Tahan Belasan Jam

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Geram Antrean BBM Mengular, Gubernur Lampung Haramkan Truk Masuk Kota: Kasihan Warga

Geram Antrean BBM Mengular, Gubernur Lampung Haramkan Truk Masuk Kota: Kasihan Warga

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Viral Anjing Berkeliaran dan Diduga Serang Kucing di Jagakarsa, Sudin KPKP Beri Peringatan

Viral Anjing Berkeliaran dan Diduga Serang Kucing di Jagakarsa, Sudin KPKP Beri Peringatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:22 WIB

×