Belum 24 Jam, Muncul 1000 Lebih Titik Panas Baru Kebakatan Hutan di Pulau Sumatera

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:49 WIB
Belum 24 Jam, Muncul 1000 Lebih Titik Panas Baru Kebakatan Hutan di Pulau Sumatera
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumber: Istockphoto.com
baca 10 detik
  • Titik panas Sumatera melonjak sebanyak 1.223 lokasi baru dalam kurun waktu semalam.

  • Kebakaran lahan Sumatera Selatan memicu kabut asap dengan Indeks Standar Pencemaran Udara tidak sehat.

  • Dampak asap pekat mengakibatkan 12 jadwal penerbangan Bandara Pekanbaru mengalami penundaan.

Suara.com - Lonjakan dramatis 1.223 titik panas baru mengepung Pulau Sumatera hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam sejak Senin sore. Wilayah bagian selatan menjadi penyumbang terbesar yang langsung mengirimkan asap pekat kebakaran hutan hingga melumpuhkan aktivitas penerbangan di Riau.

Lompatan angka yang sangat cepat ini membuktikan eskalasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera berada pada tingkatan yang mengkhawatirkan. Wilayah tetangga kini menanggung dampak langsung dari kiriman polusi udara yang terus memburuk.

Ancaman krisis pernapasan warga Riau pun kian memuncak akibat imbas Karhutla hebat di wilayah tetangga tersebut.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Selasa. Dari jumlah tersebut Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.559 titik.

"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi (326), dan Bangka Belitung (287)," katanya di Pekanbaru, Selasa.

Sebaran sisanya terdeteksi di Bengkulu sebanyak 15 titik, serta Riau empat titik yang terbagi di Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Siak.

Kabut asap pekat lintas wilayah ini langsung menurunkan kualitas udara Riau hingga menembus kategori tidak sehat pada Indeks Standar Pencemaran Udara.

Dampak buruknya juga menghantam aktivitas moda transportasi udara di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru secara signifikan.

Sebanyak 12 jadwal penerbangan di bandara tersebut terpaksa mengalami penundaan, sementara hanya empat penerbangan yang mampu mendarat dan lepas landas tepat waktu.

baca juga

Otoritas meteorologi meminta warga sekitar untuk segera mengambil tindakan pencegahan diri agar terhindar dari paparan polutan berbahaya.

"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," katanya.

Eskalasi titik panas yang melonjak dari 2.440 menjadi 3.663 titik ini menegaskan tingginya kerentanan kebakaran lahan di bagian selatan Sumatera.

Pergerakan angin membawa material asap tebal menuju wilayah utara dan membahayakan kesehatan serta kelancaran transportasi di Provinsi Riau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Aktivis Ini Temukan 'Lubang Neraka', Penyebab Kebakaran Hutan Kalimantan Sulit Padam

Aktivis Ini Temukan 'Lubang Neraka', Penyebab Kebakaran Hutan Kalimantan Sulit Padam

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...

Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Belum 24 Jam, Muncul 1000 Lebih Titik Panas Baru Kebakatan Hutan di Pulau Sumatera

Belum 24 Jam, Muncul 1000 Lebih Titik Panas Baru Kebakatan Hutan di Pulau Sumatera

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Cerita Kocak Persahabatan Joey Pelupessy dan Dean James: Gel Rambut dan Toilet Hotel

Cerita Kocak Persahabatan Joey Pelupessy dan Dean James: Gel Rambut dan Toilet Hotel

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Warga Tangsel Berpeluang Kebagian Jalur MRT, Ini Kata Pramono

Warga Tangsel Berpeluang Kebagian Jalur MRT, Ini Kata Pramono

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Survei SMRC: Makin Banyak Warga Nilai Indonesia Tak Menuju Arah yang Benar

Survei SMRC: Makin Banyak Warga Nilai Indonesia Tak Menuju Arah yang Benar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Chery Indonesia Tunggu Keputusan Lakukan Recall OMODA 5

Chery Indonesia Tunggu Keputusan Lakukan Recall OMODA 5

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Persiapan Pendirian BUMN Tekstil, Menperin Sebut Danantara Sudah Akuisisi Sejumlah Perusahaan

Persiapan Pendirian BUMN Tekstil, Menperin Sebut Danantara Sudah Akuisisi Sejumlah Perusahaan

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:37 WIB

3 HP Murah itel Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan, Baterai Besar dan Support NFC

3 HP Murah itel Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan, Baterai Besar dan Support NFC

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:37 WIB

3 Rekomendasi Brand Tumbler Custom, Bisa untuk Hadiah dan Merchandise

3 Rekomendasi Brand Tumbler Custom, Bisa untuk Hadiah dan Merchandise

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Tak Cukup Cuma Digerebek, Pemprov DKI Diminta Tata Terpadu Kampung Ambon dan Boncos

Tak Cukup Cuma Digerebek, Pemprov DKI Diminta Tata Terpadu Kampung Ambon dan Boncos

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:33 WIB

×