Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Berobat Murah, Pemerintah Turun Tangan tapi Itu di Singapura

Galih Prasetyo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:32 WIB
Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Berobat Murah, Pemerintah Turun Tangan tapi Itu di Singapura
Petugas kesehatan memeriksa kondisi pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
baca 10 detik
  • Pemerintah Singapura mengaktifkan subsidi kesehatan melalui MOH pada Senin, 12 Oktober 2026, akibat kualitas udara yang tidak sehat.
  • Program PHPC dan HSS menyediakan pengobatan terjangkau di klinik serta poliklinik bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
  • Badan Lingkungan Nasional mencatat Indeks Standar Pencemar berada pada kisaran 115 hingga 151 di berbagai wilayah Singapura.

Suara.com - Pemerintah Singapura mengaktifkan skema bantuan kesehatan untuk membantu masyarakat mendapatkan perawatan medis akibat kabut asap mulai Senin (12/10/2026).

Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara di sejumlah wilayah negara tersebut berada pada kategori tidak sehat.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyatakan dua program yang diaktifkan adalah Public Health Preparedness Clinics (PHPC) atau Klinik Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat dan Haze Subsidy Scheme (HSS) atau Skema Subsidi Kabut Asap.

Melalui program tersebut, klinik yang berpartisipasi dan seluruh poliklinik akan menyediakan layanan pengobatan dengan biaya terjangkau bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa]
Kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa]

Kementerian Kesehatan Singapura menjelaskan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak, warga lanjut usia, serta warga berpenghasilan rendah hingga menengah yang memenuhi persyaratan program.

"Semua warga negara Singapura memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat HSS di poliklinik," demikian pernyataan kementerian Singapura seperti dikutip dari Bernama.

Gangguan kesehatan yang ditanggung meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi saluran pernapasan atas, serta komplikasi terkait.

Besaran subsidi disesuaikan dengan kategori penerima. Pemegang kartu bantuan sosial atau Public Assistance berhak mendapatkan subsidi penuh untuk perawatan yang tercakup dalam program tersebut.

Sementara itu, warga lanjut usia yang termasuk dalam Pioneer Generation dan Merdeka Generation hanya perlu membayar maksimal 5 dolar Singapura atau sekitar Rp64 ribu, sedangkan warga negara Singapura lainnya yang memenuhi syarat dikenakan biaya maksimal 10 dolar Singapura atau sekitar Rp128 ribu.

baca juga

Aktivasi bantuan medis tersebut dilakukan ketika kualitas udara Singapura masih berada pada tingkat tidak sehat.

Data Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) pada Minggu pukul 13.00 waktu setempat menunjukkan Indeks Standar Pencemar (PSI) selama 24 jam berada pada kisaran 115 hingga 151.

Wilayah barat mencatatkan angka tertinggi dengan PSI 151, disusul wilayah tengah sebesar 149 dan wilayah timur sebesar 135.

Sementara itu, wilayah selatan dan utara masing-masing mencatatkan PSI 115.

NEA mengategorikan angka PSI 101–200 sebagai tidak sehat, 201–300 sebagai sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.

Indeks PSI selama 24 jam tersebut menjadi salah satu acuan dalam penyampaian rekomendasi kesehatan harian kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudy Masud Bungkam Usai dari Singapura, Netizen Sindir Pedas: Lemah Gak Punya Nyali

Rudy Masud Bungkam Usai dari Singapura, Netizen Sindir Pedas: Lemah Gak Punya Nyali

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

Viral Foto Rudy Masud di Singapura saat Bencana Karhutla Melanda Wilayah Kalimantan Timur

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

Gubernur Kaltim MCU ke Singapura saat Karhutla Parah, Bolehkah Kepala Daerah Berobat ke Luar Negeri?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Terkini

Harganya Bikin Mikir Dua Kali, Kenapa Kafe Estetik Tetap Banyak Diminati?

Harganya Bikin Mikir Dua Kali, Kenapa Kafe Estetik Tetap Banyak Diminati?

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal

Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Ditutup Berbalik Perkasa, Tapi Masih di Level Rp17.900

Rupiah Ditutup Berbalik Perkasa, Tapi Masih di Level Rp17.900

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Bikin Macet, PKL Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pisang Ditertibkan Pemkot Bandar Lampung

Bikin Macet, PKL Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pisang Ditertibkan Pemkot Bandar Lampung

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen

Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen

Malang | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Gara-gara Nikah Siri Tanpa Izin, Hakim PTUN Serang Dijatuhi Sanksi Berat

Gara-gara Nikah Siri Tanpa Izin, Hakim PTUN Serang Dijatuhi Sanksi Berat

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:24 WIB

BRI Catat 1,06 Juta BRILink Agen Dengan Transaksi Rp1.270 Triliun, Perluas Layanan Keuangan

BRI Catat 1,06 Juta BRILink Agen Dengan Transaksi Rp1.270 Triliun, Perluas Layanan Keuangan

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Cushion Make Over untuk Kulit Tan Shade Apa? Ini Pilihannya agar Makeup Tampak Natural

Cushion Make Over untuk Kulit Tan Shade Apa? Ini Pilihannya agar Makeup Tampak Natural

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama

Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×