- Disperkimtan Kota Bekasi mulai memperbaiki sumur artesis yang rusak di Bantargebang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
- Warga Sumur Batu masih mengalami krisis air bersih dan mengharapkan kepastian waktu penyelesaian perbaikan sumur tersebut.
- Masyarakat berencana terus mengawal proses perbaikan serta memantau kelancaran distribusi pasokan air bersih hingga tuntas.
Suara.com - Warga RT 04 RW 03, Kelurahan Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, masih mengeluhkan krisis air bersih meski perbaikan sumur artesis mulai dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Selasa (13/10/2026).
Warga berharap perbaikan sumur yang rusak lebih dari sebulan lalu itu segera rampung. Mereka juga meminta kepastian waktu pengerjaan dan jaminan pasokan air bersih selama sumur belum kembali berfungsi.
Salah seorang warga, Apong, menyambut baik dimulainya perbaikan setelah warga menunggu cukup lama. Ia mengaku bersyukur pengerjaan akhirnya dilakukan setelah masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
“Alhamdulillah kami tunggu dari pagi sekarang udah mulai ada perbaikan,” kata Apong kepada Suara.com saat ditemui di wilayah Bantargebang, Selasa (13/10/2026).
![Warga Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi memerlukan 10 tangki air bersih setiap hari selama sumur artesis yang disediakan pemerintah belum berfungsi. [Suara.com/Agustin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/13/20230-krisi-air-di-sumur-batu-kecamatan-bantargebang.jpg)
Namun, dimulainya perbaikan belum sepenuhnya menjawab keresahan warga.
Rahmat, warga setempat lainnya, menilai belum ada kepastian mengenai berapa lama pengerjaan akan berlangsung hingga sumur dapat kembali digunakan.
“Ya dia berusaha semaksimal mungkin, nah semaksimal mungkin ini sampai kapan enggak bisa nentuin sehari atau dua hari seharusnya kan ada kepastian,” ujar Rahmat.
Rahmat menilai perbaikan yang berjalan saat ini belum cukup menjawab kebutuhan warga selama akses air bersih belum pulih. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya upaya pengerjaan tanpa kejelasan waktu penyelesaian.
“Jadi belum maksimal lah untuk warga belum maksimal,” katanya.
Ia menegaskan, air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Selama sumur belum berfungsi, pasokan air menjadi hal yang tidak bisa ditunda.
“Butuh air, butuh sangat sangat butuh air bersih,” tutur Rahmat.
Karena itu, warga berencana terus mengawal proses perbaikan hingga tuntas.
Mereka juga akan memantau distribusi air bersih agar pasokan tetap lancar selama pengerjaan berlangsung.
“Akan terus sampai selesai, sampai tadi sampai suplai airnya juga berjalan lancar gitu untuk warga, tetep dikawal terus,” katanya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini