Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:51 WIB
Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. (Suara.comNovian)
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan penyelesaian lima ribu unit hunian tetap bagi korban bencana di Sumatra rampung pada tahun 2026.
  • Menteri Koordinator Sugiono bersama pejabat terkait membahas percepatan rehabilitasi dan keberlanjutan pendanaan pemulihan pascabencana di Jakarta.
  • Pemerintah memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi musim hujan serta penanganan kebakaran hutan di berbagai daerah wilayah Indonesia.

Suara.com - Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatra rampung pada 2026. Di tengah percepatan pembangunan, pemerintah juga menyoroti keberlanjutan pendanaan agar program pemulihan tidak terhenti saat memasuki tahun anggaran 2027.

Hal itu dibahas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dalam pertemuan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra, termasuk kesiapan lahan untuk relokasi warga terdampak.

Sugiono mendorong pemerintah daerah memastikan ketersediaan lahan relokasi yang aman dan memiliki kepastian hukum. Langkah ini menjadi salah satu aspek penting agar pembangunan hunian bagi penyintas dapat berjalan tanpa terkendala persoalan lahan.

Selain pembangunan huntap, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah senilai Rp702,93 miliar. Pembangunan hunian dan pemulihan infrastruktur publik menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi 2026–2028.

Sugiono mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak. Pemerintah, menurut dia, juga perlu memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan mereka.

“Penyelesaian hunian tetap dan pemulihan infrastruktur publik ini menjadi prioritas. Kita ingin tidak hanya sekadar membangun kembali fisik bangunan, tetapi memulihkan harapan dan masa depan saudara-saudara kita di Sumatra. Negara akan terus hadir memastikan mereka bisa kembali bangkit,” kata Sugiono.

Persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah kesinambungan pendanaan program pemulihan. Sejumlah program lintas kementerian dan lembaga masih harus berjalan ketika tahun anggaran 2026 berakhir.

Sugiono meminta agar pergantian tahun anggaran tidak menghambat pelaksanaan program yang dibutuhkan penyintas bencana. Tanpa kesinambungan pendanaan, percepatan pembangunan hunian dan pemulihan fasilitas publik berisiko terkendala di tengah pelaksanaan.

baca juga

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat penyintas berjuang sendirian hanya karena pergantian tahun anggaran. Sinergi lintas sektor ini adalah wujud komitmen kita untuk memastikan proses pemulihan terus berkesinambungan, berjalan tuntas, dan tidak ada rakyat yang tertinggal,” ujarnya.

Dalam agenda yang sama, pemerintah turut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

Kementerian Dalam Negeri didorong memperkuat pengawasan melalui jajaran pemerintah daerah, termasuk dengan menginstruksikan kepala daerah meningkatkan pengendalian karhutla di wilayah masing-masing.

Sementara itu, BNPB melanjutkan penanganan di lapangan melalui operasi darat dan udara serta modifikasi cuaca untuk mengendalikan titik api yang masih tersisa.

Antisipasi Bencana saat Musim Hujan

Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi peningkatan bencana hidrometeorologi saat memasuki musim hujan. Penanganan bencana di wilayah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Papua Pegunungan, turut menjadi perhatian.

Sugiono menyatakan Kemenko PMK akan mendukung langkah BNPB, terutama apabila terdapat kendala operasional yang membutuhkan keputusan cepat.

“Apabila terdapat kendala yang membutuhkan keputusan taktis, Kepala BNPB dapat berkonsultasi langsung dengan saya agar penyelesaiannya dapat dipercepat,” kata Sugiono.

Dengan sejumlah agenda tersebut, pemerintah menghadapi dua pekerjaan sekaligus, yakni menuntaskan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sugiono Berpamitan, Arrmanatha Nasir Resmi Melanjutkan Estafet Menlu

Sugiono Berpamitan, Arrmanatha Nasir Resmi Melanjutkan Estafet Menlu

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Sugiono Serahkan Jabatan Menlu kepada Arrmanatha Nasir, Keduanya Sempat Berpelukan

Sugiono Serahkan Jabatan Menlu kepada Arrmanatha Nasir, Keduanya Sempat Berpelukan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:21 WIB

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini

Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Heboh Uang Damai Rp1 Juta Nego Jadi Rp600 Ribu di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara Turun Tangan

Heboh Uang Damai Rp1 Juta Nego Jadi Rp600 Ribu di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara Turun Tangan

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Tugu Muda Kembali Jadi Saksi, Semarang Hidupkan Pertempuran Lima Hari 1945

Tugu Muda Kembali Jadi Saksi, Semarang Hidupkan Pertempuran Lima Hari 1945

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik

Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Kenapa Zodiak Scorpio Suka Silent Treatment? Ini Cara Meluluhkannya

Kenapa Zodiak Scorpio Suka Silent Treatment? Ini Cara Meluluhkannya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Wajib Halal 18 Oktober, Biaya UMKM Terancam Bengkak 40%

Wajib Halal 18 Oktober, Biaya UMKM Terancam Bengkak 40%

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:20 WIB

×