- Menko PMK Sugiono menyambut kepulangan empat WNI ABK MT Honour-25 yang selamat setelah disandera perompak di Somalia pada Selasa, 6 Oktober.
- Pemerintah Indonesia memastikan akan memberikan perawatan kesehatan lanjutan guna memulihkan kondisi fisik serta psikologis para korban pascapenyanderaan tersebut.
- Keempat WNI tersebut merupakan bagian dari 17 ABK yang sebelumnya disandera selama lima bulan sepuluh hari di perairan Hafun, Somalia.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, memastikan kehadiran negara dalam memberikan pelindungan dan jaminan pemulihan kesehatan lanjutan bagi empat WNI yang menjadi ABK di MT Honour-25.
Seluruh WNI itu dipastikan telah berhasil dibebaskan dari penyanderaan perompak di Somalia dan kembali sampai di Indonesia pada Selasa (6/10) sore.
"Puji syukur kehadirat Tuhan, Allah SWT, kita bisa menyambut kedatangan saudara-saudara kita, yang setelah melalui perjalanan panjang bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta,” kata Sugiono kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Merespons kondisi fisik dan psikologis para korban pascapenyanderaan, di mana salah satu WNI bahkan harus menggunakan kursi roda setibanya di bandara, Sugiono memastikan koordinasi langsung dengan kementerian terkait.
“Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan kelanjutan dari proses ini, di mana perawatan kesehatan saudara-saudara kita bisa dilakukan dengan baik,” tegas Sugiono.
Menutup arahannya, Sugiono memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid pemerintah dan berbagai elemen negara yang telah menjadi solusi dalam menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia di luar negeri.
Empat WNI itu di antaranya, Ashari Samadikun asal Gowa, Adi Faizal asal Bulukumba, Wahudinanto asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor merupakan wujud nyata sinergi dan ketangguhan diplomasi lintas sektor.
Mereka bagian dari 17 ABK kapal MT Honour-25 yang dibajak di perairan sekitar Hafun, Somalia, dan disandera selama 5 bulan 10 hari.