Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29 WIB
Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (bidik layar video YouTube SBY)
baca 10 detik
  • Dosen UMJT Fajar Junaedi menyatakan kelakar SBY tentang kesehatan Prabowo pada 15 Oktober 2026 adalah komunikasi politik matang.
  • SBY memanfaatkan status seniman dan non-politisi untuk menyampaikan pesan sensitif mengenai stabilitas makroekonomi secara aman.
  • Pesan bersistem berlapis tersebut berhasil disebarluaskan oleh media massa serta warganet tanpa memicu konflik elite.

Suara.com - Pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai kondisi kesehatan Presiden Prabowo Subianto yang dapat memengaruhi pasar keuangan dinilai bukan sekadar gurauan biasa. 

Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Fajar Junaedi, menilai kelakar tersebut sebagai kalkulasi komunikasi politik yang matang untuk menyampaikan pesan sensitif tanpa memicu ketegangan politik.

"Retorika SBY ini menarik. Ada daya tarik komunikasi politik yang dibangun. SBY menempatkan diri di luar arena politik praktis," kata Fajar saat dihubungi Suara.com, Kamis (15/10/2026).

Disebutkan Fajar, bahwa status sebagai seniman dan penegasan tidak lagi aktif dalam politik harian dimanfaatkan SBY untuk membingkai pesannya. Jarak aman tersebut mengubah narasi yang berpotensi menjadi kritik keras menjadi sebuah kelakar yang dapat diterima semua pihak.

"Dengan menyebut dirinya seniman dan menegaskan bahwa ia sudah tidak lagi aktif dalam politik sehari-hari, SBY membangun jarak yang aman. Adanya jarak itu membuat kelakar soal batuk Prabowo terdengar ringan, bukan seperti kritik atau peringatan dari rival politik," ujarnya.

Walau disampaikan dengan nada bergurau, isi pesan yang dibawakan SBY dinilai memiliki bobot substansial terkait stabilitas makroekonomi. Kondisi fisik dan persepsi publik terhadap seorang kepala negara merupakan variabel penting yang selalu dihitung oleh para pelaku pasar modal dan nilai tukar.

"Padahal, di balik humor itu terselip pengingat yang cukup tajam yaitu bahwa kesehatan dan citra seorang presiden tidak pernah benar-benar pribadi. Di pasar keuangan, bahkan isyarat kecil tentang kondisi pemimpin bisa langsung diterjemahkan menjadi risiko," tuturnya.

Lebih lanjut, Fajar menyoroti taktik penyampaian pesan SBY yang disusun secara sistematis dan bertahap. Efektivitas retorika tersebut semakin diperkuat oleh amplifikasi media massa serta jangkauan percakapan di media sosial yang masif.

"Strategi retorika ini efektif karena dibangun secara berlapis. Mulanya, SBY merendahkan diri sendiri, lalu membuat kontras dengan posisi Prabowo yang jauh lebih berat, dan akhirnya menutup dengan doa," ucapnya.

baca juga

"Media kemudian membesarkan kelakar tersebut sehingga pesan tentang pentingnya kesehatan presiden bagi stabilitas ekonomi justru tersebar lebih luas. Perluasan pesan semakin massif ketika warganet di media sosial ikut berkomentar," tambahnya.

Gaya komunikasi ini dinilai sukses menempatkan SBY tetap berada di panggung kepemimpinan nasional tanpa harus terkesan mengintervensi jalannya pemerintahan yang sedang aktif berkuasa.

"Dengan cara ini, SBY berhasil menjaga relevansinya sebagai mantan presiden yang masih peduli pada stabilitas negara, tanpa harus terlihat sedang campur tangan atau mengkritik pemerintahan yang sedang berjalan," paparnya.

Langkah memanfaatkan humor di forum akademik terbukti menjadi sarana paling efektif dalam melempar wacana kritis ke tengah masyarakat tanpa memicu konflik antar-elite.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Adik Prabowo soal HP Gratis untuk Bansos Dinilai Tak Jelas, APBN Sudah Tekor

Wacana Adik Prabowo soal HP Gratis untuk Bansos Dinilai Tak Jelas, APBN Sudah Tekor

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Telat Hampir 2 Tahun, Prabowo Langgar Undang-Undang Soal Angkat Wantimpres

Telat Hampir 2 Tahun, Prabowo Langgar Undang-Undang Soal Angkat Wantimpres

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Harga HP Entry-Level RAM 8 GB dan Memori 256 GB Terbaru, Mana Paling Layak Beli?

Harga HP Entry-Level RAM 8 GB dan Memori 256 GB Terbaru, Mana Paling Layak Beli?

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:26 WIB

PNS dan Pegawai BUMD Bali WFH Sampai 17 Oktober Imbas BBM Langka

PNS dan Pegawai BUMD Bali WFH Sampai 17 Oktober Imbas BBM Langka

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Bikin Onar di Depan BRI Raden Intan Bandar Lampung, Pria Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

Bikin Onar di Depan BRI Raden Intan Bandar Lampung, Pria Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:12 WIB

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×