Viral Langit Palangka Raya Memerah Bak Pasca Ledakan Bom Nuklir Akibat Asap Tebal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:53 WIB
Viral Langit Palangka Raya Memerah Bak Pasca Ledakan Bom Nuklir Akibat Asap Tebal
Langit Palangka Raya memerah mencekam diselimuti asap tebal hingga memicu kepanikan warga setempat.
baca 10 detik
  • Langit Palangka Raya memerah mencekam diselimuti kabut asap tebal pada siang hari.

  • Warga panik merekam fenomena atmosfer ekstrem yang mirip pasca ledakan bom nuklir.

  • Rekaman kondisi lingkungan ekstrem di Kalimantan Tengah tersebut mendadak viral di media sosial.

Suara.com - Langit Palangka Raya berubah memerah dan gelap gulita diselimuti asap tebal kebakaran hutan pada pertengahan Oktober 2026, menciptakan pemandangan mencekam bak kawasan pasca ledakan bom nuklir. Atmosfer ekstrem pada siang bolong ini langsung menyebarkan rasa takut dan panik di tengah pemukiman warga.

Kondisi udara yang tak biasa tersebut memicu gelombang kekhawatiran massal karena jarak pandang dan pencahayaan alami merosot tajam secara mendadak. Warga yang menyaksikan perubahan ekstrem ini langsung merekam fenomena tersebut sebagai bukti kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan.

Aksi perekaman udara mencekam oleh warga lokal bernama Firda lantas memicu perhatian luas usai diunggah ke platform digital Threads melalui akun @firda_6697.

Langit Palangka Raya memerah mencekam diselimuti asap tebal hingga memicu kepanikan warga setempat.
Langit Palangka Raya memerah mencekam diselimuti asap tebal hingga memicu kepanikan warga setempat.

Rekaman video berdurasi singkat yang diambil sekitar jam 11.04 WIB itu memperlihatkan suasana pemukiman yang seperti terisolasi dalam kabut tebal berwarna gelap.

Suasana mencekam itu membuat sang pengunggah video tak kuasa menahan rasa cemas. Melalui video tersebut, ia menyampaikan kepasrahannya atas kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

"Ya Allah, ini benar masih di bumi kan. Tolong kami ya Allah," ujar Firda dalam unggahan videonya.

Keterangan dalam unggahannya Palangka Raya, 14 Oktober 2026.

Perubahan warna atmosfer secara drastis pada siang hari umumnya terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh partikel padat berukuran mikro yang terperangkap di udara. Ketika konsentrasi jelaga dan polutan di udara mencapai tingkat yang sangat tinggi, gelombang cahaya biru terhalang sehingga hanya pendar warna merah dan kuning pekat yang sanggup menembus pandangan.

Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi kondisi lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Tengah yang kerap berhadapan dengan gangguan kualitas udara. Fenomena udara mencekam ini sekaligus mempertegas rentannya wilayah pemukiman terhadap perubahan kondisi atmosfer mendadak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:20 WIB

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Siap Jelajah Galaksi di HP? No Mans Sky Rilis 28 Oktober

Siap Jelajah Galaksi di HP? No Mans Sky Rilis 28 Oktober

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:40 WIB

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas

Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:31 WIB

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×